Tangki air atau toren sering menjadi bagian rumah yang jarang diperhatikan. Selama air masih mengalir dari keran dan tidak terlihat masalah besar, banyak orang menganggap sistem penyimpanan air ini aman-aman saja. Padahal, tangki air merupakan tempat utama penyimpanan air yang digunakan setiap hari untuk mandi, mencuci, memasak, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
Jika jarang dibersihkan, tangki air dapat menjadi tempat berkumpulnya berbagai kotoran. Mulai dari lumut, endapan kotoran, hingga bangkai hewan kecil seperti cicak atau tikus. Kondisi ini tentu dapat memengaruhi kualitas air yang digunakan oleh penghuni rumah.
Lalu sebenarnya, kotoran apa saja yang bisa muncul di dalam tangki air dan bagaimana hal tersebut bisa terjadi tanpa disadari?
Kotoran yang Bisa Menumpuk di Dalam Tangki Air
Banyak orang tidak menyadari bahwa tangki air dapat menampung berbagai jenis kotoran jika tidak dirawat dengan baik. Beberapa jenis kontaminasi yang sering ditemukan di dalam toren air antara lain:
- Lumut dan alga, yang biasanya tumbuh karena paparan cahaya matahari
- Endapan pasir atau lumpur, terutama jika sumber air berasal dari sumur atau PDAM dengan sedimen
- Serangga dan hewan kecil, seperti nyamuk, kecoa, atau cicak yang masuk melalui celah penutup tangki
- Bangkai hewan, misalnya tikus atau cicak yang masuk lewat celah tangki dan terjebak di dalamnya
Dalam beberapa kasus, keberadaan bangkai hewan di dalam tangki air bahkan baru disadari setelah air mulai berbau tidak sedap atau berubah warna.
Baca Juga: Ternyata Begini Cara Membuat Roti Sourdough
Mengapa Lumut Mudah Tumbuh di Tangki Air
Lumut merupakan salah satu masalah paling umum pada tangki air rumah tangga. Pertumbuhan lumut biasanya dipicu oleh beberapa faktor utama, seperti:
- Paparan sinar matahari langsung
- Dinding tangki yang tembus cahaya
- Air yang mengandung nutrisi bagi mikroorganisme
- Tangki yang jarang dibersihkan
Menurut berbagai penelitian mengenai kualitas air penyimpanan rumah tangga, pertumbuhan alga atau lumut sangat dipengaruhi oleh cahaya. Jika tangki air memungkinkan cahaya masuk, mikroorganisme dapat berkembang dengan cepat. Itulah sebabnya tangki air harus dirancang dengan material yang mampu menghalangi cahaya agar lumut tidak mudah tumbuh.
Risiko Kesehatan dari Air Tangki yang Kotor
Air yang tersimpan di tangki seharusnya tetap bersih hingga digunakan di rumah. Namun, jika tangki kotor atau terkontaminasi, kualitas air dapat menurun.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa air yang terkontaminasi mikroorganisme berpotensi menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Beberapa dampak yang dapat terjadi seperti, gangguan pencernaan, iritasi kulit, atau resiko penyakit berbasis air lainnya.
Sehingga meskipun air yang digunakan terlihat jernih, kontaminasi mikroorganisme atau kotoran organik tetap bisa terjadi jika tangki tidak dirawat secara berkala.
Baca Juga: Boleh Tidak Buang Air Kecil di Floor Drain? Ini Penjelasan Sistem Sanitasi Rumah
Cara Membersihkan Tangki Air yang Benar
Untuk menjaga kualitas air tetap baik, tangki air perlu dibersihkan secara rutin. Idealnya, tangki air dikuras setiap 3 hingga 6 bulan sekali. Beberapa langkah yang bisa dilakukan saat membersihkan tangki air antara lain:
- Menguras seluruh air di dalam tangki
- Menyikat dinding tangki untuk menghilangkan lumut dan endapan
- Membilas tangki hingga benar-benar bersih
- Memastikan penutup tangki terpasang rapat setelah selesai dibersihkan
Perawatan rutin ini dapat membantu mencegah penumpukan kotoran sekaligus menjaga kualitas air yang digunakan di rumah.
Menjaga Kebersihan Tangki Air untuk Kualitas Air Rumah
Menjaga kebersihan tangki air akan menjadi semakin maksimal saat tangki air memiliki desain dan material yang berkualitas. Karena itu, banyak tangki air modern kini dirancang dengan teknologi yang membantu menjaga kualitas air tetap bersih. Misalnya, dengan material yang mampu menghalangi sinar UV agar pertumbuhan lumut dapat diminimalkan, serta sistem pengurasan yang memudahkan pembersihan endapan di dalam tangki.
Seperti tandon atau tangki air MPOIN yang dirancang dengan berbagai fitur perlindungan untuk menjaga air tetap higienis, seperti lapisan anti-UV yang membantu menghambat pertumbuhan lumut, serta perlindungan anti lumut dan antimicrobial. Struktur tangkinya juga dibuat hingga 10 kali lebih kuat, sehingga lebih tahan terhadap tekanan dan penggunaan jangka panjang.
Tandon atau tangki air MPOIN juga dilengkapi dengan teknologi Total Flush Drain yang membantu mengeluarkan endapan kotoran di dasar tangki dengan lebih mudah saat proses pembersihan. Dengan kombinasi teknologi tersebut, perawatan tangki menjadi lebih praktis dan kualitas air yang digunakan di rumah dapat tetap terjaga.
Sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas produk, tandon atau tangki air MPOIN juga dilengkapi dengan garansi hingga 50 tahun, sehingga dapat menjadi investasi jangka panjang untuk menjaga ketersediaan air bersih di rumah.
Baca Juga: Penyebab Septic Tank Meledak dan Cara Mencegahnya
