Banyak orang tua baru menyadari pentingnya asupan cairan harian pada anak ketika anak mulai terlihat lemas atau kurang bersemangat. Padahal, dehidrasi tidak selalu muncul dalam kondisi yang ekstrem. Justru dehidrasi ringan sering kali terjadi tanpa disadari dan dapat memengaruhi konsentrasi, suasana hati, hingga performa belajar anak.
Tubuh anak terdiri dari sekitar 60 persen air. Cairan berperan penting dalam mengatur suhu tubuh, membantu metabolisme, menjaga sirkulasi darah, serta mendukung fungsi otak. Karena metabolisme anak lebih cepat dan cadangan cairannya lebih sedikit dibandingkan dengan orang dewasa, risiko kekurangan cairan pun menjadi lebih tinggi.
Tanda Anak Mengalami Dehidrasi
Dehidrasi pada anak biasanya dimulai dari gejala ringan yang sering terlewat. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
- Bibir dan mulut terlihat kering
- Frekuensi buang air kecil berkurang
- Warna urin lebih pekat dari biasanya
- Anak tampak lebih rewel atau mudah lelah
- Mengeluh pusing ringan atau sulit berkonsentrasi
Dalam kondisi yang lebih serius, dehidrasi bisa ditandai dengan mata cekung, kulit terasa kurang elastis, hingga tubuh terlihat sangat lemas. Namun, sebelum mencapai tahap tersebut, tubuh sebenarnya sudah memberi banyak sinyal sejak awal.
Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan cairan ringan saja sudah dapat menurunkan fokus dan daya ingat jangka pendek anak. Artinya, hidrasi tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga dengan perkembangan kognitifnya.

Baca Juga: Anak Rentan Diare & Muntaber: Penyebab, Tanda Bahaya, dan Pencegahannya di Rumah
Kebutuhan Air Harian Anak?
Berdasarkan rekomendasi Institute of Medicine (IOM), kebutuhan cairan anak berbeda sesuai usia. Berikut panduan singkatnya:
- Usia 1–3 tahun: sekitar 1,3 liter per hari
- Usia 4–8 tahun: sekitar 1,7 liter per hari
- Usia 9–13 tahun: sekitar 2,1–2,4 liter per hari
Jumlah tersebut mencakup seluruh asupan cairan dari minuman dan makanan. Namun, air mineral atau air putih tetap menjadi sumber hidrasi utama yang paling aman dan dianjurkan.
Sebagai negara tropis, kebutuhan air anak di Indonesia bisa meningkat, terutama ketika anak aktif bermain di luar ruangan atau saat suhu udara sedang tinggi.
Cara Memenuhi Kebutuhan Air Harian Anak
Memenuhi kebutuhan cairan anak bukan hanya soal menyediakan air di meja makan, tetapi juga membangun kebiasaan yang konsisten. Orang tua dapat membiasakan anak minum setelah bangun tidur, sebelum berangkat ke sekolah, dan setelah bermain. Menyediakan botol minum pribadi juga membantu anak lebih sadar terhadap asupan cairannya sendiri.
Keteladanan memegang peranan penting. Ketika orang tua rutin minum air putih, anak cenderung mengikuti tanpa perlu banyak diingatkan. Lingkungan rumah yang menyediakan air jernih dan segar juga membuat anak lebih nyaman untuk minum.
Selain jumlah, kualitas air juga tidak boleh diabaikan. Air yang berbau, keruh, atau terasa kurang segar dapat membuat anak enggan minum dan dalam jangka panjang berisiko memengaruhi kesehatan.
Baca Juga: Manfaat Journaling: Cara Hidup Lebih Tenang dan Teratur
Hidrasi Anak Dimulai dari Lingkungan Rumah yang Sehat
Di Indonesia, sebagian besar keluarga memang mengandalkan air minum dalam kemasan atau galon isi ulang untuk konsumsi langsung. Namun, kebutuhan air anak tidak berhenti pada air minum saja. Air digunakan setiap hari untuk berbagai aktivitas seperti mandi, mencuci tangan, membersihkan peralatan makan, hingga menjaga kebersihan rumah.
Jika sistem penyimpanan air di rumah tidak terjaga dengan baik, kualitas air untuk kebutuhan sanitasi juga bisa menurun. Tangki yang terpapar sinar matahari berlebihan juga berisiko memicu pertumbuhan lumut. Material yang kurang kuat juga dapat memengaruhi kebersihan air dalam jangka panjang. Padahal kebersihan lingkungan sangat berperan dalam menjaga kesehatan anak secara keseluruhan.Karena itu, sistem penyimpanan air tetap menjadi fondasi penting dalam menciptakan rumah yang sehat.
Seperti tandon atau tangki air dari MPOIN yang dilengkapi denganperlindungan anti-UV, anti lumut, serta teknologi antimicrobial untuk membantu menjaga kualitas air rumah tangga tetap higienis. Dibuat dengan material yang dirancang ramah lingkungan dan memiliki struktur yang 10 kali lebih kuat, dengan garansi hingga 50 tahun sebagai bentuk komitmen jangka panjang. MPOIN siap mermbantu keluarga untuk memastikan lingkungan rumah mendukung kebersihan dan kesehatan secara menyeluruh. Karena tumbuh kembang yang optimal selalu dimulai dari rumah yang sehat dan sistem air yang terjaga.
Baca Juga: Jarak Aman Septic Tank dari Sumur Menurut Standar Sanitasi Indonesia