Pernah melihat noda merah muda atau warna pink di sudut kamar mandi? Biasanya noda ini muncul di sekitar shower, sela keramik, tirai kamar mandi, wastafel, atau bahkan di pinggiran bak mandi. Banyak orang mengira noda tersebut adalah karat air, jamur, atau sisa sabun yang menumpuk.
Padahal dalam banyak kasus, noda berwarna merah atau pink tersebut sebenarnya berasal dari koloni bakteri bernama Serratia marcescens. Fenomena ini cukup umum terjadi di rumah tangga dan sering disebut sebagai pink slime.
Apa Itu Bakteri Serratia marcescens?
Serratia marcescens adalah bakteri gram-negatif yang secara alami ditemukan di berbagai lingkungan, seperti tanah, air, tanaman, serta permukaan yang lembap. Bakteri ini dikenal karena mampu menghasilkan pigmen merah alami yang disebut prodigiosin.
Pigmen inilah yang membuat koloni bakteri tampak seperti lendir merah atau noda pink pada permukaan yang lembap.
Menurut berbagai penelitian mikrobiologi, Serratia marcescens dapat tumbuh dengan baik pada lingkungan yang memiliki beberapa kondisi seperti tempat dengan kelembapan yang tinggi, permukaan yang jarang dibersihkan, atau suhu ruangan yang hangat.
Baca Juga: Cara Pasang Septic Tank MPOIN BIOPLUS yang Benar untuk Sanitasi Rumah
Kenapa Bakteri Ini Sering Muncul di Kamar Mandi?
Ada beberapa faktor yang membuat bakteri Serratia marcescens mudah berkembang di lingkungan rumah, khususnya di area kamar mandi.
- Lingkungan yang lembap
Kamar mandi hampir selalu terpapar air setiap hari sehingga tingkat kelembapannya tinggi. Kondisi ini sangat mendukung pertumbuhan berbagai mikroorganisme, termasuk bakteri.
- Residu sabun dan sampo
Sisa tipis sabun, sampo, atau produk perawatan tubuh yang tertinggal di permukaan biasanya mengandung bahan organik. Residu ini dapat menjadi sumber nutrisi yang membantu bakteri berkembang.
- Ventilasi yang kurang baik
Kamar mandi yang tidak memiliki sirkulasi udara yang baik cenderung mempertahankan kelembapan lebih lama, sehingga lingkungan menjadi semakin ideal bagi pertumbuhan bakteri.
- Permukaan yang jarang dibersihkan
Sudut keramik, tirai kamar mandi, serta sela-sela wastafel sering kali luput dari perhatian saat membersihkan. Area-area tersebut dapat menjadi tempat berkembangnya koloni bakteri tanpa disadari.
Menariknya, kemunculan bakteri ini tidak selalu berarti air yang digunakan di rumah kotor. Dalam banyak kasus, bakteri justru tumbuh karena kombinasi kelembapan tinggi dan adanya residu bahan organik yang menempel di permukaan.
Apakah Serratia marcescens Berbahaya?
Bagi kebanyakan orang sehat, bakteri ini biasanya tidak menimbulkan masalah serius. Namun, dalam dunia medis, Serratia marcescens dikenal sebagai bakteri oportunistik, yaitu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada kondisi tertentu.
Infeksi biasanya terjadi pada individu dengan sistem imun yang lemah, seperti pasien rumah sakit atau orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Beberapa infeksi yang pernah dikaitkan dengan bakteri ini antara lain:
- infeksi saluran kemih
- infeksi luka
- infeksi saluran pernapasan
Meski kasusnya jarang terjadi di rumah tangga biasa, menjaga kebersihan area lembap tetap penting untuk mencegah pertumbuhan bakteri.
Baca Juga: Cara Kreatif Mengurangi Sampah Plastik di Rumah & Lingkungan
Cara Menghilangkan Noda Pink di Kamar Mandi
Jika Anda menemukan noda merah atau pink di kamar mandi, langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menghilangkannya adalah dengan membersihkan permukaan secara rutin menggunakan cairan pembersih yang mengandung disinfektan ringan, terutama pada area yang sering terkena air seperti sela keramik, shower, pinggiran bak mandi, tirai kamar mandi, dan sudut wastafel.
Selain itu, pastikan kamar mandi memiliki ventilasi yang baik agar kelembapan tidak terlalu tinggi. Dengan melakukan perawatan dan menjaga kebersihan secara rutin, pertumbuhan bakteri ini biasanya dapat dikendalikan dengan cukup mudah.
Menjaga Sistem Air Rumah Tetap Bersih
Fenomena noda merah di kamar mandi menunjukkan bahwa lingkungan lembap dapat menjadi tempat berkembangnya berbagai mikroorganisme. Karena itu, selain menjaga kebersihan kamar mandi, sistem penyimpanan air di rumah juga perlu diperhatikan.
Banyak rumah tangga menggunakan tangki air sebagai tempat penyimpanan sebelum air dialirkan ke kamar mandi, dapur, dan area lainnya. Jika tangki air jarang dibersihkan atau tidak memiliki sistem pembuangan endapan yang baik, maka kotoran dan biofilm dapat menumpuk seiring berjalannya waktu dan merusak kualitas air.
Untuk membantu menjaga kebersihan air dengan lebih praktis, tandon atau tangki air MPOIN menghadirkan MPOIN Drain, tangki air dengan teknologi Total Flush Drain yang dirancang untuk memudahkan proses pembuangan endapan dari dasar tangki. Dengan sistem ini, proses menjaga kebersihan tangki menjadi lebih mudah sehingga potensi penumpukan kotoran dapat diminimalkan.
Selain itu, tangki air MPOIN juga dilengkapi dengan berbagai fitur perlindungan seperti antimicrobial, anti lumut, dan anti-UV yang membantu menjaga kualitas air tetap higienis. Materialnya juga dirancang lebih kuat hingga 10 kali lipat dan didukung garansi hingga 50 tahun.
Dengan sistem tangki yang lebih higienis dan perawatan yang lebih mudah, kualitas air di rumah dapat tetap terjaga sehingga lebih nyaman digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Air Rumah Mengecil Saat Rumah Ramai? Ini Penyebabnya
