Di masa sekarang, kita memiliki banyak opsi untuk memilih model tempat tinggal. Mulai dari membangunnya secara mandiri atau membeli hunian siap pakai seperti perumahan atau klaster. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.
Pada perumahan, masalah yang banyak dikeluhkan oleh penghuni adalah perihal air. Mulai dari air keruh, berbau, tekanan air lemah, hingga pasokan air yang tidak konsisten. Banyak yang mengira rumah siap huni otomatis memiliki kualitas air yang siap pakai juga.
Karena itu, sebelum membeli rumah baru di perumahan, penting untuk melakukan pengecekan air sejak awal. Selain untuk memastikan kenyamanan, langkah sederhana ini juga bisa membantu kamu menghindari masalah jangka panjang dan menyiapkan solusi yang tepat sebelum rumah benar-benar ditempati.
Kenapa Masalah Air Sering Terjadi di Perumahan atau Klaster?
Permasalahan air di lingkungan perumahan biasanya erat kaitannya dengan sistem distribusi dari pengelola perumahan. Ada yang bergantung pada PDAM, sumur bor komunal, atau sistem tandon utama yang kemudian dialirkan ke rumah masing-masing penghuni. Lewat sistem ini, tak jarang saat konsumsi air meningkat, tekanan air sering kali ikut menurun terutama saat jam-jam sibuk.
Selain itu, rumah baru sering masih memiliki residu proyek seperti pasir halus, tanah, atau sisa material dalam pipa. Hal ini membuat air yang awalnya terlihat bening menjadi keruh ketika pertama kali digunakan. Inilah alasan mengapa rumah baru tidak selalu berarti sistem airnya sudah sempurna.
Baca Juga: Mainan Anak yang Diam-Diam Melatih Kreativitas

Masalah Air yang Paling Umum di Rumah Perumahan
Agar lebih siap sebelum membeli rumah di perumahan, berikut beberapa masalah air yang paling sering dialami penghuni perumahan atau klaster:
- Air keruh atau kekuningan
Biasanya kondisi terjadi setelah hujan, setelah air lama tidak mengalir, atau akibat endapan tanah dan kandungan mineral seperti besi dan mangan.
- Air berbau
Air yang terlihat bening belum tentu aman. Bau tanah, bau besi, atau bau kaporit menyengat bisa menjadi tanda adanya kandungan tertentu dalam air.
- Tekanan air lemah
Ini adalah keluhan paling umum di perumahan. Air sering mengecil saat jam sibuk karena penggunaan serentak dalam satu kawasan.
- Air mati mendadak
Tak jarang beberapa perumahan kerap mengalami pemadaman air berkala karena distribusi tidak stabil, sistem pompa komunal bermasalah, atau gangguan dari sumber utama.
- Kerak dan noda kuning di kamar mandi
Jika lantai kamar mandi cepat menguning, shower cepat tersumbat, atau kloset cepat berkerak, bisa jadi air mengandung mineral tinggi
- Lumut pada penampungan air
Jika penghuni memakai tandon yang kualitasnya kurang baik, air lebih cepat berubah, muncul endapan, bahkan lumut yang mengganggu kebersihan.
Masalah-masalah ini terlihat sepele, tetapi jika dibiarkan, bisa berdampak pada kesehatan keluarga dan membuat perawatan rumah menjadi lebih mahal.
Checklist Cek Air Sebelum Membeli Rumah di Cluster
Agar tidak menyesal setelah pindah, berikut beberapa langkah pengecekan sederhana yang bisa dilakukan saat survei rumah.
- Buka keran dan biarkan air mengalir selama 1–2 menit. Perhatikan apakah air berubah warna, ada partikel halus, atau meninggalkan endapan.
- Cium bau airnya. Jika baunya menyengat atau tidak normal, sebaiknya dicatat sebagai potensi masalah.
- Bertanya langsung kepada pengelola mengenai sumber airnya, apakah dari PDAM atau sumur bor. Apakah ada sistem tandon komunal atau tidak. Dan apakah distribusinya stabil sepanjang hari.
- Cek kamar mandi dan area wastafel. Noda kuning, kerak tebal, atau shower yang terlihat kotor bisa menjadi indikator kualitas air yang kurang ideal.
- Bertanya pada tetangga sekitar. Mengenai sumber air, apakah air sering mati, kecil, atau keruh, terutama saat musim kemarau.
Baca Juga: Kok di Luar Negeri Air Keran Bisa Diminum? Ini Dia Penjelasannya
Solusi yang Bisa Disiapkan Penghuni Rumah Perumahan
Jika kamu sudah membeli rumah dan mendapati kualitas air yang kurang stabil, langkah paling umum yang bisa kamu lakukan adalah memasang tandon atau tangki air agar pasokan air tetap aman ketika tekanan air turun atau air mati mendadak. Kemudian memasang filter untuk membantu mencegah masalah air berbau atau memiliki mineral tinggi. Atau menambahkan booster pump agar aliran air menjadi stabil.
Rumah Nyaman Dimulai dari Air yang Stabil dan Higienis
Membeli rumah di perumahan atau klaster memang terasa lebih aman dan nyaman. Namun, kualitas air tetap harus menjadi salah satu faktor utama sebelum mengambil keputusan. Air bukan hanya soal tersedia atau tidak, tetapi juga soal kebersihan, bau, tekanan, dan kestabilan distribusinya.
Untuk kebutuhan rumah tangga di perumahan, penggunaan tangki air bisa menjadi solusi yang relevan. Seperti tandon atau tangki air dari MPOIN yang dirancang untuk membantu menjaga kualitas air tetap higienis dan tahan digunakan dalam jangka panjang, sehingga penghuni klaster bisa lebih tenang menghadapi kondisi air yang tidak selalu stabil.
Baca Juga: Smart City Singapore: Perpaduan Teknologi & Sustainability
