Datangnya musim hujan sering kali bersamaan dengan rasa sejuk dan nyaman di rumah. Nyatanya, terkadang datangnya hujan justru bersamaan dengan keluhan semacam banjir atau air rumah yang mendadak menjadi berbau. Bau yang muncul pada air tak jarang mengganggu aktivitas rumah tangga seperti mandi, mencuci, dan bahkan kegiatan di dapur.
Ironinya, masalah ini sering dianggap sepele atau dianggap wajar karena faktor cuaca. Padahal, air bau saat musim hujan bukan sekadar kebetulan. Ada proses alami dan kondisi di dalam rumah yang ikut memengaruhi kualitas air yang kita gunakan setiap hari.
Kenapa Air Bisa Bau Saat Musim Hujan
Saat musim hujan, kualitas air memang cenderung mengalami perubahan. Hal ini bukan hanya karena air hujan turun dari langit, tetapi karena hujan memicu banyak proses alam seperti membawa tanah, lumpur, dan bahan organik yang ikut masuk ke sumber air seperti sumur, sungai, dan saluran PDAM. Material inilah menjadi pemicu awal munculnya bau tidak sedap pada sumber air di sekitar kita.
Naiknya permukaan air tanah juga membawa zat alami seperti zat besi, mangan, dan senyawa sulfur dari lapisan tanah yang lebih dalam. Selain itu kondisi minim oksigen, membuat bakteri anaerob berkembang dan menghasilkan gas hidrogen sulfida (H₂S) yang menimbulkan bau telur busuk. Kemudian terdapat juga senyawa alami seperti geosmin dan 2-MIB yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan alga di lingkungan yang lembap. Hal inilah yang menimbulkan bau tanah atau lumpur pada air meski dalam kadar sangat rendah.
Pada sistem distribusi air seperti sumur dan jaringan PDAM, curah hujan yang tinggi juga bisa meningkatkan tingkat kekeruhan air. Hal ini terjadi karena adanya endapan halus yang mengendap di pipa dan tandon bercampur dengan bakteri dan bahan organik, lalu membusuk dan memicu bau pada air. Maka dari itu, air bau saat musim hujan bukanlah hal remeh, melainkan hasil kombinasi proses alam, aktivitas mikroorganisme, dan kondisi sistem air di rumah.
Baca Juga: Pencemaran Sungai Dimulai dari Limbah Rumah?
Peran Tandon Dalam Timbulnya Bau
Tapi tenang, tidak semua sumber bau berasal dari luar rumah. Dalam banyak kasus, masalah air yang berbau justru datang dari penyimpanan dan instalasi air di rumah sendiri. Ini bisa disebakan oleh toren atau tangki air yang jarang dibersihkan. Sehingga dapat menyimpan endapan kotoran di bagian dasar.
Dalam kondisi lembap, endapan ini justru menjadi tempat ideal bagi bakteri dan mikroorganisme berkembang. Belum lagi ketika toren menggunakan material transparan atau kurang berkualitas. Hal itu bisa menyebabkan sinar matahari masuk dan mempercepat pertumbuhan lumut dan alga.
Kemudian ventilasi toren yang kurang baik juga bisa membuat bau terperangkap di dalam tangki. Belum lagi saringan inlet yang jarang dibersihkan atau pipa yang mengalami kebocoran kecil sehingga air kotor dari luar ikut masuk ke sistem air bersih. Semua faktor ini perlahan menurunkan kualitas air tanpa kita sadari.
Baca Juga: Rahasia di Balik Proses Flushing Hydrant
Solusi Menjaga Air Tetap Bersih Saat Musim Hujan
Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk mencega air tetap bersih dan berbau. Beriktu beberapa hal yang wajib dilakukan untuk menjaga kualitas air:
- Rutin menguras dan membersihkan tandon untuk menghilangkan endapan lumpur, bahan organik, dan bakteri penyebab bau.
- Membersihkan saringan pada jalur masuk air agar partikel halus dan kotoran dari luar tidak ikut masuk ke dalam tandon.
- Memeriksa kondisi pipa dan sambungan instalasi guna mencegah kebocoran atau masuknya air kotor ke sistem air bersih.
- Menggunakan filter air untuk menyaring lumpur, pasir halus, zat besi, serta senyawa penyebab bau sebelum air disimpan.
- Memastikan tandon selalu tertutup rapat agar tidak terkontaminasi debu, serangga, atau air dari luar
Baca Juga: Cinta Itu Ada di Detail Kecil yang Jarang Disadari
Solusi di atas bisa dilakukan salah satunya dengan menggunakan toren atau tangki air dabn filter air dari MPOIN. Tangki MPOIN dirancang dengan teknologi anti lumut dan anti bakteri, material tebal food grade, serta perlindungan dari sinar matahari yang membantu mencegah pertumbuhan mikroorganisme penyebab bau. Pencegahabn maksimal juga bisa dilakukan dengan instalasi filter air dari MPOIN . Dengan 6 pilihan filter, MPOIN bantu air rumah terbebas dari endapan kotoran, tanah, lumpur, dan lumut, menghilangkan karat serta bau tidak sedap, menyerap rasa dan bau klorin (kaporit), mengurangi kandungan kapur, magnesium, dan kalsium, sekaligus menghilangkan warna serta senyawa penyebab bau sehingga kualitas air di rumah tetap bersih dan segar.
