Jarak Aman Septic Tank dari Sumur Menurut Standar Sanitasi Indonesia - MPOIN

Jarak Aman Septic Tank dari Sumur Menurut Standar Sanitasi Indonesia

Membangun septic tank di rumah sering kali dianggap sebagai pekerjaan teknis biasa. Padahal, salah menentukan jarak antara septic tank dan sumur bisa berdampak besar terhadap kualitas air yang digunakan sehari-hari. Di Indonesia, masih banyak rumah yang menempatkan septic tank terlalu dekat dengan sumber air bersih karena keterbatasan lahan atau kurangnya informasi.

Padahal, standar sanitasi Indonesia sudah mengatur jarak aman septic tank untuk mencegah pencemaran air tanah.

Berapa Jarak Aman Septic Tank dari Sumur?

Berdasarkan pedoman kesehatan lingkungan dan praktik sanitasi yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan serta Kementerian PUPR, jarak aman antara septic tank dan sumur minimal adalah 10 meter. Jarak ini diterapkan untuk meminimalkan risiko rembesan atau kebocoran yang mengakibatkan kontaminasi bakteri dan limbah cair ke dalam sumber air tanah.

Penentuan jarak ini menjadi penting karena limbah domestik dalam septic tank mengandung mikroorganisme patogen seperti Escherichia coli (E.coli) yang berasal dari kotoran manusia. Sehingga jika struktur septic tank tidak kedap atau tanah memiliki porositas tinggi, bakteri dapat meresap melalui lapisan tanah dan mencapai sumur.

Baca Juga: Bahaya Skincare Non BPOM: Jangan Tergiur Cepat Glowing, Ini Risikonya

Mengapa Kontaminasi Air Sumur Berbahaya?

Air sumur yang tercemar bakteri fekal (limbah cair maupun padat yang berasal dari kotoran manusia) sering kali tidak menunjukkan perubahan warna atau bau yang signifikan. Namun, secara mikrobiologis, air tersebut bisa mengandung patogen penyebab penyakit seperti:

  • Diare
  • Disentri
  • Tifus
  • Infeksi saluran pencernaan

Menurut berbagai laporan kesehatan lingkungan di Indonesia, pencemaran air tanah akibat sistem sanitasi yang tidak memenuhi standar masih menjadi masalah di kawasan padat penduduk. Artinya, jarak septic tank bukan sekadar soal teknis bangunan, tetapi juga menyangkut kesehatan keluarga.

Faktor yang Memengaruhi Keamanan Jarak

Selain jarak horizontal, ada beberapa hal juga yang memengaruhi seberapa aman septic tank bagi kualitas air sumur.

  • Kedalaman muka air tanah.

Jika air tanah berada dekat permukaan, limbah yang merembes dari septic tank bisa lebih mudah mencapai sumur.

  • Jenis tanah di lokasi rumah

Tanah berpasir yang porositasnya tinggi memungkinkan cairan limbah bergerak lebih cepat dibandingkan dengan tanah liat yang padat.

  • Konstruksi septic tank 

Tangki yang retak atau tidak kedap akan memperbesar kemungkinan rembesan limbah ke tanah sekitar.

Semua faktor ini saling terkait, sehingga hanya mengandalkan jarak aman saja tidak cukup. Namun, kualitas material dan sistem pengolahan limbah juga harus diperhitungkan dengan cermat untuk menjamin air sumur tetap bersih dan aman.

Baca Juga: Kenapa Anak dan Lansia Paling Mudah Sakit? Ini Penyebab Yang Kamu Perlu Tahu

Tantangan di Lahan Sempit

Di wilayah perkotaan atau perumahan padat, jarak 10 meter sering kali sulit dicapai. Banyak rumah memiliki luas terbatas sehingga sumur dan septic tank terpaksa dibangun dalam radius yang lebih dekat.

Dalam kondisi seperti ini, solusi bukan sekadar memaksakan jarak, melainkan memastikan sistem septic tank benar-benar kedap, kuat terhadap tekanan tanah, dan memiliki sistem pengolahan limbah yang lebih modern seperti biofilter bertingkat.

Dengan menggunakan sistem septic tank bio, limbah yang keluar lebih aman dan minim risiko pencemaran dibandingkan dengan sistem konvensional sederhana.

Sistem yang Tidak Bisa Dipisahkan

Banyak orang hanya fokus menjaga kebersihan tangki air bersih, tetapi lupa bahwa kualitas air sumur juga dipengaruhi oleh sistem limbah di bawah tanah. Jika septic tank bermasalah, air bersih pun ikut terdampak.

Karena itu, sistem rumah sehat seharusnya dibangun secara terintegrasi, mulai dari air bersih yang terlindungi hingga sistem sanitasi yang aman.

Kualitas air rumah tidak hanya ditentukan oleh tangki air bersih, tetapi juga oleh sistem limbah yang bekerja di bawah tanah. Jika septic tank bermasalah, risiko pencemaran sumur meningkat, dan air bersih yang masuk ke tangki rumah pun bisa ikut terpengaruh. Oleh karena itu, rumah yang sehat harus memiliki sistem yang terpaduMPOIN hadir dengan Bio Septic Tank (BST). Dengan sistem yang mudah dipasang, tidak mudah penuh, bekerja tanpa penambahan bakteri tambahan, dan filter yang bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan. BST MPOIN menjaga air limbah tetap layak dibuang dan ramah lingkungan. Dengan integrasi sistem ini, jarak aman septic tank menjadi bagian dari strategi menyeluruh untuk menjaga kualitas air dan kesehatan keluarga secara konsisten.

Baca Juga: Sikat Gigi Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *