Jaga Silaturahmi Tetap Utuh Lewat Tradisi Idulfitri - MPOIN

Jaga Silaturahmi Tetap Utuh Lewat Tradisi Idulfitri

Idulfitri selalu punya tempat spesial di hati masyarakat Indonesia. Bukan hanya karena menjadi penanda berakhirnya Ramadan, tetapi juga karena Idulfitri identik dengan momen berkumpul bersama keluarga besar.

Momen Idulfitri secara tidak langsung menjadi pengingat kita akan keluarga dan kebersamaan. Maka dari itu, Idulfitri bukan hanya sekedar kebiasaan tapi juga momen emas untuk menjaga hubungan antarmanusia

Agenda Inti Lebaran

Momen Idulfitri atau Lebaran selalu dimeriahkan dengan agenda silaturahmi. Mulai dari berkunjung ke rumah tetangga, saudara, atau menghubungi kerabat. Bahkan, rasanya kurang lengkap jika tidak melakukan silaturahmi saat Lebaran sedang berlangsung.

Perlu diingat bahwa silaturahmi bukan hanya perkara mendatangi rumah saudara lalu bersalaman. Silaturahmi adalah upaya untuk menyambung tali persaudaraan yang mungkin sempat renggang, baik dengan keluarga maupun dengan kerabat.

Di Indonesia sendiri, tradisi silaturahmi ini sering kali disebut dengan sebutan halal bihalal. Menariknya, halal bihalal dilakukan di berbagai daerah mulai dari skala keluarga, lingkungan RT, kantor, komunitas, hingga tingkat pemerintahan.

Baca Juga: Hunian yang Aman dan Nyaman untuk Anak: Tips Membuat Rumah Ramah Anak

Simbol Rindu

Selain halal bihalal, tradisi unik yang identik dengan momen Idulfitri adalah mudik. Saat Lebaran tiba, jutaan orang rela menempuh perjalanan, baik dekat maupun jauh, demi satu tujuan, yaitu pulang ke rumah keluarga di kampung halaman.

Kegiatan ini sebenarnya masih menjadi satu kesatuan dengan kegiatan halal bihalal. Ini karena mudik dilakukan dengan dasar memperkuat tali persaudaraan atau silaturahmi.

Tradisi mudik biasanya tidak terpisahkan dari suasana khas Lebaran lainnya, seperti ketupat, opor ayam, rendang, hingga kue kering seperti nastar dan kastengel. Semua hidangan itu bukan hanya soal rasa, tetapi juga simbol kebersamaan.

Baca Juga: Rutinitas Sederhana Ini Bikin Hidup Lebih Teratur Tanpa Ribet

Kenyamanan Dalam Silaturahmi

Tradisi selanjutnya adalah bersih-bersih rumah. Biasanya, beberapa hari sebelum Idul Fitri, banyak masyarakat Indonesia yang mulai membersihkan dan merapikan rumahnya. Bukan hanya menyapu atau mengepel, banyak dari mereka yang bahkan sampai mengecat ulang tembok rumah, memperbaiki perabotan yang rusak, hingga merenovasi beberapa bagian dari rumah.

Meski terlihat sederhana, tradisi ini bisa dilihat sebagai bentuk penghormatan kepada tamu atau keluarga yang datang untuk bersilaturahmi. Selain itu, kegiatan bersih-bersih ini juga merupakan upaya untuk membuat agenda silaturahmi berjalan dengan lancar dan nyaman.

Menjaga Silaturahmi Juga Berarti Menjaga Kenyamanan Rumah

Di balik semua tradisi Idulfitri, ada satu hal penting yang sering kali lupa diperhatikan, yaitu kebutuhan air bersih di rumah. Di momen Lebaran, penggunaan air biasanya meningkat. Mulai dari memasak, mencuci, hingga kebutuhan mandi dan sanitasi, yang disebabkan oleh tamu yang datang silih berganti.

Karena itu, memastikan ketersediaan air bersih sebelum Idulfitri menjadi bagian penting dalam persiapan rumah tangga. Air yang bersih bukan hanya membuat aktivitas dapur lebih nyaman, tetapi juga menjaga kebersihan rumah secara keseluruhan.

Untuk menyambut Idulfitri dengan lebih tenang, MPOIN bisa menjadi solusi praktis untuk kebutuhan air rumah tangga. Toren atau tangki air dari MPOIN  dilengkapi dengan fitur unggulan seperti anti virus, antimicrobial, anti lumut, serta perlindungan anti-UV, sehungga mampu menjaga kualitas air tetap stabil meskipun cuaca panas. Selain itu, materialnya yang ramah lingkungan dan 10x lebih kuat, membuat toren atau tangki air dari MPOIN lebih tahan untuk pemakaian jangka panjang.

Dengan begitu, semua kegiatan selama Lebaran bisa berjalan dengan lancar dan silaturhami pun kembali utuh. Karena pada akhirnya, silaturahmi yang utuh bukan hanya dibangun dari kunjungan dan ucapan maaf, tetapi juga dari suasana rumah yang nyaman.

Baca Juga: Ini Perbedaan Negara Maju dan Negara Berkembang

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *