Tidak BAB Selama Beberapa Hari? Ini Dampaknya bagi Tubuh yang Jarang Disadari - MPOIN

Tidak BAB Selama Beberapa Hari? Ini Dampaknya bagi Tubuh yang Jarang Disadari

Bagi sebagian orang, buang air besar (BAB) sering dianggap sebagai urusan sepele. Selama tidak terasa sakit atau mengganggu aktivitas, kondisi tidak BAB selama beberapa hari kerap dianggap wajar. Padahal, BAB merupakan salah satu proses penting tubuh untuk membuang sisa metabolisme. Ketika proses ini terganggu, tubuh sebenarnya sedang memberi sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

BAB yang tidak teratur, terutama jika terjadi berhari-hari, tidak hanya berdampak pada kenyamanan perut, tetapi juga bisa memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan.

Apa yang Terjadi Saat BAB Tertahan Terlalu Lama

Usus besar memiliki fungsi utama menyerap air dari sisa makanan sebelum akhirnya dikeluarkan sebagai feses. Ketika feses tertahan terlalu lama di dalam usus, air akan terus diserap sehingga teksturnya menjadi semakin keras dan sulit dikeluarkan. Inilah yang sering menyebabkan sembelit atau rasa nyeri saat BAB.

Selain itu, sisa metabolisme yang seharusnya dibuang dapat tertahan lebih lama di dalam tubuh. Kondisi ini membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras dan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti perut terasa penuh, begah, atau kembung.

Dampak BAB Berhari-hari yang Sering Diremehkan

Tidak BAB selama beberapa hari sering kali dianggap hanya masalah sementara. Namun jika terjadi berulang, dampaknya bisa lebih luas dari yang dibayangkan. Secara fisik, seseorang dapat mengalami perut kembung, nyeri perut, hingga rasa lelah yang muncul tanpa sebab jelas. Aktivitas sehari-hari pun menjadi kurang optimal karena tubuh terasa tidak ringan.

Dalam jangka panjang, kebiasaan BAB yang tidak lancar juga dapat meningkatkan risiko wasir akibat tekanan berlebih saat mengejan. Gangguan pencernaan pun bisa menjadi lebih sering muncul. Tak sedikit orang yang akhirnya terbiasa hidup dengan rasa tidak nyaman karena menganggap kondisi ini sebagai hal yang normal, padahal seharusnya bisa dicegah.

Baca Juga: Ini Dia 15 Film Ikonik Yang Wajib Kamu tonton

Kurang Air Bukan Sekadar Soal Jumlah

Salah satu penyebab paling umum dari BAB yang tidak lancar adalah kurangnya asupan cairan. Namun, masalahnya sering kali bukan hanya soal seberapa banyak air yang diminum, tetapi juga kualitas air itu sendiri.

Air berperan penting dalam membantu melunakkan feses dan menjaga pergerakan usus tetap normal. Ketika tubuh tidak mendapatkan cairan yang cukup dan berkualitas, proses ini menjadi terhambat. Air yang berbau, terasa tidak segar, atau kurang higienis sering membuat seseorang enggan minum dalam jumlah cukup, tanpa disadari berdampak pada kesehatan pencernaan.

Baca Juga: Rambut Kamu Masih Bau Setelah Keramas?

Tidak BAB Selama Beberapa Hari? Ini Dampaknya bagi Tubuh yang Jarang Disadari - MPOIN

Lingkungan Rumah dan Sistem Air yang Berpengaruh

Kualitas air yang kita konsumsi sehari-hari sangat dipengaruhi oleh sistem air di rumah. Air yang digunakan untuk minum, memasak, dan kebutuhan lainnya biasanya berasal dari toren atau tangki air. Jika sistem penyimpanan air tidak terjaga kebersihannya, risiko kontaminasi bisa meningkat.

Toren atau tangki air yang jarang dibersihkan dapat menjadi tempat berkembangnya kotoran atau mikroorganisme tertentu. Kondisi ini tidak selalu terlihat secara kasat mata, tetapi dapat memengaruhi kualitas air. Ketika kualitas air menurun, kebiasaan minum air bersih yang cukup pun ikut terganggu.

BAB Sehat Dimulai dari Air Bersih di Rumah

BAB yang lancar sebenarnya merupakan salah satu tanda bahwa tubuh bekerja dengan baik. Selain menjaga pola makan dan aktivitas fisik, memastikan asupan air bersih yang cukup adalah langkah sederhana namun krusial.

Rumah dengan sistem air yang higienis membantu mendukung kebiasaan hidup sehat seluruh anggota keluarga. Salah satunya dengan menggunakan toren atau tangki air yang berkualitas, seperti tangki air dari MPOIN, yang dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas air di rumah. Dengan air yang lebih bersih dan layak digunakan setiap hari, rutinitas sederhana seperti minum air yang cukup pun terasa lebih nyaman dan konsisten.

Baca Juga: Kenyamanan Toilet di Kereta Penting Loh!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *