Banyak dari kita yang biasanya fokus pada air yang akan kita minum. Berbagai tahap kita lakukan mulai dari mengecek sumber air, menyaring, bahkan memasaknya. Tapi kita sering terlewat perihal air yang akan kita gunakan, seperti untuk mandi atau keramas. Padahal kegiatan tersebut juga berurusan langsung dengan tubuh kita. Ini menyadarkan kita bahwa sudah seharusnya kualitas air, baik yang akan dikonsumsi atau digunakan harus terjaga.
Saat menggunakan air, selain kulit, salah satu bagian tubuh yang bersentuhan langsung dengan air adalah telinga. Yuk simak bagaimana air bisa memberikan dampak pada telinga kita.
Kontak Air Harian yang Sering Terjadi
Hampir dalam setiap aktivitas yang kita lakukan, telinga pasti terkena air. Banyak yang merasa ini hanya terjadi saat berenang, padahal tidak. Seperti saat mandi, air sering sekali masuk ke saluran telinga yang biasanya disebabkan tekanan air. Saat keramas, tak hanya air, busa pun juga sering ikut mengalir ke area telinga.
Jika keadaan tersebut diabaikan, telinga bisa mengalami infeksi atau yang dikenal dengan istilah swimmer’s ear atau otitis eksterna. Hal ini sering dikaitkan dengan
Ini adalah infeksi saluran telinga luar yang sering dikaitkan dengan kondisi lembap setelah telinga kemasukan air. Dengan lingkungan telinga yang hangat dan lembap dan kualitas air yang tidak bersih, mikroorganisme jadi lebih mudah berkembang.
Baca Juga: Ini Dia 15 Film Ikonik Yang Wajib Kamu tonton
Air Jernih Belum Tentu Air Bersih
Selama ini kita merasa jika air jernih sudah pasti bersih dan aman. Nyatanya air jernih dan selalu bersih. Di dalam rumah, kualitas air umumnya tidak selalu ditentukan dari sumbernya tapi juga sistem penyimpan dan distribusinya.
Beberapa hal yang umumnya menjadi penyebab turunya kualitas air pada rumah seperti, tangki air yang tidak tertutup rapat, dinding tangki yang mulai berlumut, atau endapan lama di dalam wadah penyimpanan. Selain itu, paparan sinar matahari langsung pada tempat penyimpanan air juga bisa memicu pertumbuhan alga dan biofilm. Karena itu, kualitas air bukan hanya soal dari mana asalnya, tetapi juga bagaimana air tersebut disimpan.
Tanda Telinga Mulai Bermasalah karena Air
Sebelum terjadi infeksi parah pada telinga akibat paparan air yang tidak berkualitas, tubuh bisa memberi sinyal. Berikut beberapa tanda yang bisa diperhatikan, antara lain:
- Rasa gatal di dalam telinga
- Perih ringan
- Nyeri saat bagian luar telinga ditekan
- Sensasi penuh atau tidak nyaman
Keluhan ini sering muncul pada iritasi atau infeksi telinga luar ringan. Banyak kasus bisa dicegah jika faktor pemicu, termasuk kualitas air, lebih terkontrol. Jika keluhan berlangsung lama atau semakin nyeri, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke tenaga medis.

Baca Juga: Anabul Keracunan Tanpa Sebab Jelas? Coba Cek Ini di Rumahmu
Pencegahan Simpel yang Bisa Dilakukan di Rumah
Untuk mencegah hal tersebut terjadi, ada beberapa kebiasaan kecil yang bisa kamu lakukan. Seperti rutin mengeringkan telinga secara lembut menggunakan handuk/kain bersih. Kemudian, hindari mengorek telinga terlalu dalam karena bisa merusak lapisan pelindung alami pada telinga.
Sementara dari sisi penyimpanan air, beberapa langkah dasar yang bisa membantu kesehatan telinga antara lain:
- Gunakan penyimpanan air yang tertutup
- Kurangi paparan cahaya langsung ke tangki
- Pastikan tangki bisa dikuras dengan baik
- Hindari endapan dan genangan lama
Dengan menjaga kebersihan penyimpanan air, kualitas air dapat terjaga tidak hanya untuk untuk konsumsi tapi juga untuk kebutuhan aktivitas harian..
Sistem Penyimpanan Air Juga Ikut Menentukan
Saat ini, tandon, toren, atau tangki penyimpanan air modern sudah seharusnya dirancang dengan material food grade, struktur tertutup, dan perlindungan terhadap pertumbuhan lumut untuk membantu menjaga kualitas air tetap stabil selama disimpan. Seperti seluruh produk tandon dari MPOIN yang dilengkapi dengan teknologi anti-lumut, anti-bakteri, serta perlindungan UV. Sehingga menjaga kualitas air kebutuhan harian, termasuk air mandi yang juga bersentuhan dengan telinga. Sekarang kita jadi tahu, jika air bersih bukan hanya penting untuk diminum. Air juga menyentuh kulit dan telinga setiap hari. Dengan sistem penyimpanan yang tepat dan kebiasaan yang benar, risiko gangguan bisa ditekan secara realistis dan terukur.
Baca Juga: Jangan Salah Langkah: Ini Cara Cuci Sepatu yang Efektif dan Aman
