Pernah melihat himbauan untuk menjauhkan air dari sinar matahari? Misalnya, pada minum kemasan atau mungkin mendengar himbauan serupa saat cuaca sedang panas.
Sebagian dari kita mungkin merasa bahwa himbauan tersebut hanya formalitas. Nyata, air yang terkena panas bisa mengalami penurunan kualitas baik dari segi rasa, bau, maupun kandungan di dalamnya.
Ternyata himbauan tersebut juga berlaku di ranah rumah tangga, terutama jika air disimpan di toren atau tandon yang terpapar suhu tinggi setiap hari. Di Indonesia, di tengah cuaca panas yang makin ekstrem akibat perubahan iklim, setiap keluarga sudah seharusnya lebih peduli pada satu hal penting, yaitu memastikan kualitas air rumah tetap aman, bersih, dan layak digunakan.
Air Rusak Saat Cuaca Panas
Banyak orang mulai menyadari pola yang sama, di mana air rumah terasa lebih cepat berubah saat cuaca panas. Perubahan yang biasa terjadi seperti air terasa tidak segar, berbau, bahkan meninggalkan noda licin pada toren atau tandon.
Fenomena ini bisa terjadi karena suhu udara meningkat, yang menyebabkan suhu air juga ikut berubah, terutama jika air disimpan dalam tangki yang terkena sinar matahari langsung. Kondisi tersebutlah yang membuat mikroorganisme seperti bakteri dan alga semakin mudah berkembang. Sehingga kualitas air ikut menurun.
Baca Juga: Mikroplastik di Lautan: Ancaman Tersembunyi bagi Ekosistem dan Kesehatan Manusia

Saat Suhu Naik, Kualitas Air Bisa Turun Secara Diam-Diam
Penurunan kualitas air, suhu, atau cuaca panas umumnya tidak bisa dilihat secara langsung. Ini karena banyak orang yang menganggap bahwa air yang masih jernih itu berarti aman digunakan. Padahal kualitas air tidak hanya sebatas tampilan.
Secara umum, kualitas air dipengaruhi oleh tiga aspek utama, yaitu fisik, kimia, dan biologis. Saat suhu air meningkat, proses pada ketiga aspek tersebut dapat berubah lebih cepat dan memengaruhi kualitas air. Berikut tiga parameter utama kualitas air yang paling sering dipakai dalam analisis:
- Parameter fisik: bau, warna, rasa, dan kekeruhan
- Parameter kimia: pH, kandungan mineral, klorin, serta kemungkinan logam terlarut
- Parameter biologis: bakteri, lumut, dan mikroorganisme lainnya
Dalam kondisi iklim panas, air yang disimpan lama cenderung lebih cepat berubah dari sisi biologis dan kimia. Seperti mengalami perubahan pH atau munculnya bakteri yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Tumbler untuk Temani Aktivitas Kamu
Efek Panas yang Paling Sering Terjadi di Rumah
Saat cuaca panas berkepanjangan, kualitas air di rumah biasanya menunjukkan tanda-tanda yang cukup khas. Yang menarik, sebagian besar masalah ini sering muncul tanpa disadari karena dianggap hal normal. Beberapa hal yang sering ditemukan adalah :
- Air lebih cepat bau
Saat pertama kali keran dibuka, umumnya air yang menurun kualitasnya memiliki bau pengap, semacam air yang terlalu lama disimpan di tandon
- Bak mandi terasa licin
Cuaca atau suhu panas biasanya membuat mikroorganisme lebih cepat berkembang. Tak jarang air yang ditampung pada bak sering membuat bak terasa licin.
- Munculnya kerak putih
Saat suhu tinggi, kandungan mineral dan magnesium lebih cepat mengendap. Ini menjadikan keran dan shower memiliki kerak putih pada tempat keluarnya air.
- Rasa air berubah
Meski terlihat jernih, air yang rusak akibat cuaca atau suhu panas biasanya memiliki rasa yang aneh. Hal ini bisa diperhatikan saat menggunakan air untuk memasak atau gosok gigi.
Efek-efek ini bukan sekadar gangguan kecil. Jika dibiarkan, kualitas sanitasi rumah bisa menurun, peralatan cepat rusak, dan risiko iritasi kulit atau gangguan kesehatan juga meningkat, terutama pada anak-anak.
Kunci Utamanya Ada di Sistem Penyimpanan Air
Di era perubahan iklim, menjaga kualitas air tidak cukup hanya mengandalkan sumber air. Sistem penyimpanan menjadi faktor yang jauh lebih krusial. Tangki yang terkena matahari langsung, tidak tertutup rapat, atau menggunakan material yang kurang tahan cuaca akan membuat air lebih cepat bermasalah.
Karena itu, langkah sederhana yang paling efektif adalah memastikan tangki air di rumah mampu melindungi air dari suhu ekstrem, debu, dan kontaminasi dari luar.
Memilih tangki air yang tepat menjadi investasi sanitasi jangka panjang. Seperti tandon atau tangki air dari MPOIN, dirancang untuk iklim Indonesia yang panas dan lembap, dengan struktur yang kuat, desain yang lebih higienis, serta material yang tahan cuaca, air yang disimpan di dalamnya bisa lebih stabil dan tidak mudah berubah kualitasnya.
Baca Juga: Tidur di Lantai: Fakta vs Mitos Yang Banyak Dipercayai
