Air Minum di Rumah dan Risiko Cacingan yang Jarang Disadari - MPOIN

Air Minum di Rumah dan Risiko Cacingan yang Jarang Disadari

Pernah dengar penyakit cacingan? Penyakit infeksi akibat cacing parasit. Banyak dari kita yang mengira cacingan terjadi karena makan makanan sembarang atau kurang bersih. Nyatanya, juga bisa datang dari sumber yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu air minum. 

Kita seringkali merasa air yang terlihat jernih, tidak berbau adalah air yang aman. Padahal, air bisa saja membawa mikroorganisme, termasuk telur cacing, yang berbahaya bagi kesehatan keluarga. Maka dari itu penting untuk kita mengetahui kualitas air minum di rumah sebelum dikonsumsi.

Cacingan Masih Mengintai Di Lingkungan Rumah Tangga

Pada masanya, penyakit cacingan ramai dibicarakan, bahkan dicap sebagai penyakit ‘kampungan’. Namun sayangnya, cacingan tidak mengenal waktu dan strata sosial. Hingga saat ini cacingan masih sering terjadi dan bisa menimpa siapa saja. Terutama mereka yang tinggal di wilayah tropis dengan sanitasi yang belum sepenuhnya optimal.

Dalam kasus ini, anak-anak masih menjadi kelompok paling rentan terkena cacingan. Tapi bukan berarti orang dewasa bebas dari bahaya cacingan. Saat mengalami cacingan, ada berbagai keluhan yang dialami seperti, perut kembung, diare, nafsu makan meningkat tetapi tidak ikut berat badan yang meningkat, sehingga tubuh terasa lemas dan kurang bertenaga. Jika berlangsung lama, cacingan bahkan dapat menyebabkan anemia berat, malnutrisi, stunting pada anak, serta penurunan kecerdasan dan produktivitas. Selain itu, infeksi kronis ini juga mengakibatkan penurunan daya tahan tubuh, gangguan usus, hingga potensi penyumbatan organ oleh kumpulan cacing.

Baca Juga: Pasar Bersih dimulai Dari Air Bersih: Pasar Tradisional vs Pasar Modern

Air Minum Media Penularan Cacingan

Mungkin kita bertanya-tanya, dari mana cacing-cacing ini berasal. Jawabannya terletak pada hal yang sering diabaikan, yaitu air minum. Di banyak rumah tangga, masih banyak keluarga yang menggunakan air tanah, air sumur, atau air PDAM yang dimasak dan kemudian disimpan untuk kemudian dikonsumsi sebagai air minum.

Lalu bagaimana sumber air tersebut bisa terkontaminasi cacing. Hal ini terjadi karena telur cacing dapat bertahan di lingkungan yang lembab, termasuk di dalam air. Air tanah, air sumur, maupun air yang dialirkan melalui pipa rumah tangga berisiko terkontaminasi jika sistem sanitasi di sekitarnya kurang baik. Kontaminasi bisa terjadi dari tanah, genangan air, saluran pembuangan, hingga jarak sumur yang terlalu dekat dengan septic tank.

Tak berhenti di situ, kontaminasi ini bisa berlanjut ketika air yang sudah disaring atau dimasak disimpan dalam wadah yang tidak bersih, galon yang jarang dicuci, atau dispenser yang jarang dibersihkan. Karena ukuran telurnya yang sangat kecil dan tak kasat mata, telur cacing punya resiko ikut terminum bersama air. Inilah alasan mengapa air minum yang tampak bersih belum tentu benar-benar bebas dari risiko penularan.

Air Minum di Rumah dan Risiko Cacingan yang Jarang Disadari - MPOIN

Dari Sumber Hingga Gelas Minum

Meski saat ini banyak rumah tangga yang menggunakan air minum kemasan yang sudah terjamin prosesnya. Tapi masih banyak rumah tangga yang menggunakan air tanah, air sumur, atau air PDAM untuk dikonsumsi sehari-hari. Baik bersumber dari pribadi atau memanfaatkan jaga depot air isi ulang.

Dengan harga yang terjangkau terjangkau, air pada depot isi ulang atau semacamnya sangat bergantung pada kebersihan alat, filter, serta proses pencucian galon di masing-masing depot. Karena jika proses penyaringannya tidak optimal atau peralatan jarang dibersihkan, resiko kontaminasi air dan cacing masih tetap bisa terjadi.

Selain itu, penggunaan galon isi ulang juga perlu diperhatikan. Karena jika tidak, bagian galon yang lembab dapat menjadi tempat menempelnya kotoran dan mikroorganisme, terutama jika galon disimpan terlalu lama dalam kondisi terbuka.

Ironisnya, air yang kita gunakan untuk membersihkan galon, membersihkan dispenser, atau menyiapkan air matang sering kali masih juga berasal dari sistem air rumah, termasuk dari penyimpanan di tandon atau tangki air. Inilah mengapa, mencegah cacingan tak hanya berhenti di masalah sumber konsumsi air tapi juga masalah secara keseluruhan.

Baca Juga: Cara Belajar Zaman Now: AI Jadi Game Changer

Langkah Sederhana Mencegah Cacingan Dari Air Minum

Berikut beberapa langkah praktis untuk cegah keluarga terkena cacingan;

  • Rebus air hingga benar-benar matang sebelum diminum.

Perebusan membantu membunuh bakteri, parasit, dan telur cacing yang mungkin masih terbawa di dalam air.

  • Gunakan filter air sesuai kebutuhan.

Ini membantu menyaring partikel halus dan mikroorganisme agar kualitas air minum lebih terjaga.

  • Jaga kebersihan galon dan dispenser.

Galon dan dispenser yang jarang dibersihkan dapat menjadi tempat berkembangnya kuman dan mencemari air minum.

  • Pilih depot air isi ulang yang terpercaya.

Pastikan depot menjaga kebersihan alat, filter, dan proses pencucian galon dengan baik.

  • Periksa instalasi pipa secara berkala.

Pipa yang bocor atau kotor bisa menjadi jalur masuknya kontaminasi ke dalam sistem air rumah.

  • Bersihkan tandon air secara rutin.

Tandon yang bersih membantu mencegah lumut, endapan, dan penurunan kualitas air.

  • Gunakan tandon dengan bahan dan desain yang aman.

Pilih tandon food grade, tertutup rapat, dan anti lumut agar air tetap higienis selama disimpan.

Air Bersih Dimulai Dari Penyimpanan Bersih

Air bersih bukan hanya soal dari mana air berasal, tetapi juga bagaimana air disimpan di rumah. Di sinilah peran tandon air modern menjadi sangat penting. Seperti tandon atau tangki dari MPOIN dirancang menggunakan material food grade yang aman untuk air konsumsi, dilengkapi teknologi anti lumut dan anti mikroba, serta memiliki desain tertutup yang membantu menjaga kualitas air lebih lama. Dengan perawatan yang minim, tandon dari MPOIN adalah pilihan yang tepat untuk investasi jangka panjang untuk kesehatan keluarga.

Baca Juga: Salon Padat Pelanggan, Air Harus Selalu Lancar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *