Memasang tangki air di bawah tanah dapat menjadi pilihan ketika rumah membutuhkan cadangan air tanpa menggunakan terlalu banyak ruang di permukaan. Namun, instalasinya tidak dapat disamakan dengan tangki yang ditempatkan di atas tanah karena badan tangki akan berada di dalam galian dan berhadapan langsung dengan kondisi tanah di sekelilingnya.
Karena itu, sebelum memasang tangki air di bawah tanah, beberapa aspek teknis perlu diperhitungkan sejak awal. Kondisi lahan, ukuran tangki, dimensi galian, jalur perpipaan, hingga konstruksi tangki akan menentukan kesiapan sistem penyimpanan air setelah instalasi selesai.
Perhatikan Kondisi Lahan Sebelum Memasang Tangki Air di Bawah Tanah
Kondisi area pemasangan menjadi salah satu pertimbangan pertama. Lokasi perlu memiliki ruang yang cukup untuk proses penggalian sekaligus memungkinkan tangki ditempatkan sesuai posisi yang telah direncanakan.
Karakter tanah dan kondisi lingkungan di sekitar galian juga perlu diperhatikan karena tangki akan menerima tekanan dari tanah setelah pemasangan. Oleh sebab itu, pemasangan tidak sebaiknya dilakukan hanya berdasarkan ketersediaan ruang, tetapi juga mempertimbangkan kestabilan area dan kesiapan konstruksi tangki menghadapi kondisi bawah tanah.
Baca juga: Kenapa Tangki Air Bawah Tanah Perlu Direncanakan Sejak Tahap Pembangunan Rumah?
Ukuran Galian Harus Disesuaikan dengan Dimensi Tangki
Sebelum proses penggalian dimulai, diameter dan tinggi tangki perlu diketahui secara pasti. Data dimensi membantu menentukan ukuran serta kedalaman area pemasangan agar sesuai dengan tangki yang akan digunakan.
Perhitungan ini menjadi penting karena setiap kapasitas dapat memiliki ukuran fisik berbeda. Galian yang tidak direncanakan sesuai dimensi berpotensi menyulitkan proses penempatan maupun pengaturan jalur perpipaan.
Dengan mengetahui kapasitas dan ukuran sejak awal, pekerjaan tanah dapat dilakukan lebih terarah tanpa harus melakukan perubahan besar ketika tangki sudah tiba di lokasi.
Kapasitas Tangki Air di Bawah Tanah Perlu Sesuai Kebutuhan
Keterbatasan area tidak berarti kapasitas dapat dipilih tanpa perhitungan. Jumlah penghuni, pola penggunaan air, serta kebutuhan cadangan rumah perlu dipertimbangkan sebelum menentukan ukuran tangki.
Kapasitas yang sesuai membantu mengoptimalkan ruang bawah tanah sekaligus memastikan cadangan air mampu memenuhi kebutuhan rumah. Pada saat yang sama, kapasitas tersebut perlu disesuaikan dengan area galian yang tersedia agar sistem penyimpanan tetap efisien.
Konstruksi Tangki Harus Mendukung Instalasi Bawah Tanah
Tekanan tanah membuat tangki tanam membutuhkan konstruksi yang memang dirancang untuk penggunaan di bawah permukaan. Ketebalan dinding menjadi salah satu aspek penting, tetapi kestabilan struktur juga perlu didukung bagian penguat yang membantu tangki menghadapi tekanan dari lingkungan sekelilingnya.
Sistem penguat pada bagian bawah dapat membantu mempertahankan kestabilan tangki setelah tertanam. Karena itu, sebelum memasang tangki air di bawah tanah, struktur tangki sebaiknya diperiksa secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan kapasitasnya.
Jalur Pipa Perlu Direncanakan Sebelum Tangki Dipasang
Posisi inlet dan outlet menentukan hubungan tangki dengan sistem perpipaan rumah. Jalur tersebut sebaiknya dirancang sebelum tangki masuk ke dalam galian agar posisi sambungan dapat disesuaikan sejak awal.
Perencanaan jalur air yang baik juga membantu mengurangi kebutuhan perubahan instalasi setelah area pemasangan selesai. Dengan demikian, tangki, pompa, dan sistem distribusi dapat bekerja sebagai satu kesatuan.
MPOIN U-Ground untuk Instalasi Tangki Air di Bawah Tanah

Sebelum memasang tangki air di bawah tanah, kondisi lahan, ukuran galian, kapasitas, konstruksi, dan jalur perpipaan perlu diperhitungkan secara menyeluruh. MPOIN U-Ground hadir sebagai tangki air bawah tanah dengan dimensi yang terukur sehingga area pemasangan dapat direncanakan lebih tepat sebelum proses penggalian dilakukan.
MPOIN U-Ground tersedia dalam kapasitas 350–2.000 liter yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penyimpanan air rumah tangga. Setiap kapasitas memiliki dimensi berbeda, mulai dari ukuran 350 liter dengan diameter 75 cm dan tinggi 105 cm hingga ukuran 2.000 liter dengan diameter 151 cm dan tinggi 175 cm. Informasi tersebut membantu menentukan luas dan kedalaman galian berdasarkan kapasitas yang dipilih.
Selain dimensi, konstruksi tangki perlu diperhatikan karena seluruh badan tangki akan berada di bawah permukaan tanah. MPOIN U-Ground memiliki ketebalan dinding 7–15 mm dengan material berkekuatan hingga 10x lebih kuat untuk mendukung konstruksi tangki dalam menghadapi kondisi instalasi bawah tanah.
Kestabilan struktur MPOIN U-Ground turut didukung oleh belt support atau sabuk struktural pada bagian bawah serta 8 ground feet. Kombinasi penguat tersebut membantu mendistribusikan tekanan secara lebih merata sekaligus menjaga kestabilan struktur tangki saat tertanam dan menerima tekanan dari tanah di sekelilingnya.
Perencanaan jalur air juga dapat dilakukan sebelum pemasangan karena MPOIN U-Ground dilengkapi inlet dan outlet berukuran ¾ inch serta 1 inch. Ukuran sambungan tersebut dapat disesuaikan dengan konfigurasi perpipaan rumah sehingga posisi tangki, jalur masuk air, dan jalur distribusi dapat ditentukan sebelum tangki ditempatkan ke dalam galian.
Untuk mendukung penyimpanan air, MPOIN U-Ground memiliki perlindungan anti lumut, anti jamur, anti bakteri, anti virus, anti-UV, BPA free, serta kemampuan membantu memisahkan endapan kotoran air. Kualitas MPOIN U-Ground juga didukung standar ISO 21702, sudah tersertifikasi TKDN, pengujian laboratorium Jepang dan Bangkok, Thailand, serta garansi 15 tahun.
Dengan kapasitas dan dimensi yang terukur, ketebalan dinding 7–15 mm, belt support, delapan ground feet, serta pilihan ukuran inlet dan outlet, MPOIN U-Ground membantu menjawab berbagai hal yang perlu diperhatikan sebelum memasang tangki air di bawah tanah, mulai dari perencanaan galian hingga kestabilan struktur dan jalur instalasi air.
Baca juga: Berapa Ketinggian Ideal Tangki Air di Atas Rumah? Ini Perhitungannya