Cara Membersihkan Akuarium Tanpa Membuat Ikan Cupang Stres atau Mati Mendadak - MPOIN

Cara Membersihkan Akuarium Tanpa Membuat Ikan Cupang Stres atau Mati Mendadak

Ikan cupang memang dikenal sebagai ikan yang kuat dan mampu bertahan di wadah kecil. Namun, secara biologis, cupang tetap sangat sensitif terhadap perubahan kualitas air. Banyak kasus ikan mati mendadak justru terjadi beberapa jam setelah akuarium dibersihkan.

Untuk itu, penting bagi pemilik ikan untuk mengetahui bagaimana sistem biologis di dalam akuarium bekerja. Karena akuarium adalah ekosistem mini yang memiliki siklus nitrogen. Sisa pakan dan kotoran ikan menghasilkan amonia, zat beracun yang kemudian diurai oleh bakteri baik menjadi nitrit dan akhirnya nitrat yang lebih aman.

Ketika seluruh air diganti sekaligus atau akuarium dicuci hingga benar-benar steril, bakteri baik tersebut ikut hilang. Akibatnya, kadar amonia bisa melonjak tajam dan memicu stres berat pada ikan.

Baca Juga: Efek Screen Time: Saat Gadget Mulai Mengganggu Kita 

Kesalahan Umum Saat Membersihkan Akuarium Cupang

Kesalahan paling sering adalah mengganti 100% air sekaligus. Tindakan ini membuat ikan mengalami perubahan lingkungan secara ekstrem dalam waktu singkat. Selain itu, penggunaan sabun atau deterjen untuk membersihkan kaca juga sangat berbahaya karena residunya dapat merusak insang.

Selain itu, membersihkan seluruh dekorasi sampai steril juga bukan langkah bijak. Di permukaan batu, pasir, dan ornamen, hidup bakteri nitrifikasi yang justru membantu menjaga kualitas air. Suhu pun sering diabaikan. Padahal, cupang hidup optimal pada suhu 24–28°C dengan pH sekitar 6,5–7,5. Sehingga penting untuk memastikan perubahan suhu, karena perubahan sedikit saja bisa memicu stres.

Cara Membersihkan Akuarium Tanpa Membuat Ikan Cupang Stres atau Mati Mendadak - MPOIN
A closeup of a beautiful exotic colorful little rare fish

Cara Aman Membersihkan Akuarium Tanpa Mengeluarkan Ikan

Agar ikan tetap tenang selama proses pembersihan, lakukan langkah berikut secara bertahap:

  • Lakukan partial water change (30–50%).

Sedot air bagian bawah menggunakan selang kecil atau siphon karena di sanalah endapan kotoran dan sisa pakan terkumpul. Hindari mengganti seluruh air sekaligus.

  • Fokus membuang kotoran

Tujuannya adalah mengurangi zat berbahaya seperti amonia, bukan menghilangkan semua bakteri yang sudah membantu menjaga keseimbangan.

  • Bersihkan kaca dengan alat khusus.

Gunakan scraper atau spons akuarium tanpa bahan kimia. Jangan pernah menggunakan sabun atau deterjen.

  • Bilas dekorasi menggunakan air akuarium yang lama.

Jika ingin membersihkan batu atau ornamen, gunakan air hasil sedotan tadi, bukan air keran langsung, agar bakteri baik tetap terjaga.

  • Gunakan air baru yang sudah diendapkan.

Jika menggunakan air PDAM, alangkah baiknya air diendapkan minimal 24 jam untuk mengurangi klorin. Pastikan suhu air baru mendekati suhu air lama, dengan selisih maksimal 1–2°C.

  • Tuangkan air perlahan.

Hindari menuang langsung ke arah ikan. Biarkan air mengalir perlahan melalui dinding akuarium agar tidak menciptakan arus mendadak.

Dengan metode ini, ikan tidak perlu dipindahkan ke wadah lain, sehingga risiko stres dapat ditekan seminimal mungkin.

Baca Juga: Toilet Canggih di Jepang: Dari Washlet hingga Standar Sanitasi Dunia

AAmonia dan Menjaga Air Tetap Stabil

Air keruh dan berbau biasanya merupakan tanda awal akumulasi amonia. Penyebabnya sering kali sederhana, yaitu pemberian pakan berlebihan atau jarang mengganti sebagian air. Memberi makan secukupnya dan membersihkan sisa pakan dalam beberapa menit pertama jauh lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan obat penjernih kimia.

Tanaman air hidup juga dapat membantu menyerap nitrat dan menjaga keseimbangan biologis secara alami. Untuk akuarium kecil tanpa filter, penggantian sebagian air setiap 2–3 hari jauh lebih aman dibandingkan dengan menunggu air benar-benar kotor.

Jangan Lupakan A Air dari Sumbernya

Kualitas air akuarium tidak berdiri sendiri. Ia sangat bergantung pada kualitas air yang digunakan di rumah. Mulai dari air PDAM yang mengandung klorin yang perlu diendapkan sebelum dipakai, hingga air sumur yang bisa saja membawa kandungan zat besi, bau, atau mikroorganisme jika sistem penyimpanannya kurang higienis.

Jika saja air sudah kurang stabil sejak tempat penyimpanan, maka menjaga kejernihan dan keseimbangan akuarium akan menjadi lebih sulit.

Di sinilah MPOIN hadir dengan tandon atau tangki air yang dirancang dengan perlindungan menyeluruh. Perlindungan anti-UV nya membantu mengurangi paparan sinar matahari yang dapat memicu pertumbuhan alga, sementara fitur anti lumut dan antimicrobial menjaga air tetap lebih stabil dan tidak mudah berubah kualitasnya.

Materialnya yang ramah lingkungan dirancang agar aman untuk penggunaan jangka panjang, diperkuat dengan struktur yang 10x lebih kuat agar tahan terhadap tekanan dan pemakaian bertahun-tahun. Ditambah garansi hingga 50 tahun, MPOIN siap memberikan perlindungan jangka panjang untuk kualitas air di rumah. Dengan kualitas air yang terjaga sejak hulu, proses perawatan akuarium pun menjadi lebih tenang dan minim risiko.

Baca Juga: Cara Ampuh Melindungi Keluarga Dari Cacar Air

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *