Pada umumnya, masyarakat Indonesia mengonsumsi air kemasan untuk kebutuhan minum sehari-hari. Hal ini menjadikan masyarakat Indonesia sering kali menyepelekan masalah air rumah saat terjadi sesuatu, dengan alasan “air itu kan tidak diminum”.
Padahal, urusan kualitas air rumah juga sama pentingnya dengan air minum. Hal ini karena air rumah juga digunakan untuk kegiatan seperti mandi, mencuci piring, memasak, mencuci baju, hingga menyikat gigi.
Karena itu, saat air rumah mulai mencurigakan seperti mengeluarkan bau besi, karat, atau logam. Hal tersebut bisa diterima sebagai sinyal bahwa kualitas air rumah atau sistem air di rumah kita sedang tidak baik-baik saja.
Apa Ciri yang Paling Sering Terjadi?
Pada banyak kasus, air yang berbau besi atau logam biasanya tidak muncul dalam bentuk ekstrem. Keadaan ini muncul secara perlahan, sehingga sering kali diremehkan.
Berikut beberapa tanda yang bisa kamu perhatikan sebelum keadaannya menjadi semakin parah:
- Air mengeluarkan aroma seperti karat atau logam setiap dibuka di pagi hari
- Terdapat noda kuning pada bak air, lantai kamar mandi, sela nat keramik
- Pakaian putih terasa lebih kusam setelah dicuci
- Keran atau shower menjadi lebih cepat berkerak
Semua tanda ini biasanya mengarah pada satu hal, yaitu adanya kandungan mineral atau endapan tertentu yang terbawa dan mengendap di sistem air rumah.
Baca Juga: Memilah Sampah dengan Efisien: Teknik, Kesalahan Umum, dan Solusi
Ini Penyebab yang Paling Umum
Bau besi pada air biasanya berasal dari kandungan zat besi (Fe) yang cukup tinggi. Hal ini umum terjadi pada rumah yang menggunakan air sumur bor atau air tanah, terutama di area yang kondisi tanahnya memang kaya mineral.
Selain zat besi, ada juga kandungan mangan (Mn) yang sering menimbulkan gejala serupa. Bedanya, mangan kadang meninggalkan noda yang lebih gelap dan aromanya bisa terasa lebih tajam.
Namun, penyebabnya tidak selalu berasal dari sumber air. Dalam banyak kasus, bau besi muncul karena jalur instalasi air di rumah sudah mulai mengalami korosi. Pipa atau sambungan yang berkarat dapat melarutkan partikel logam ke dalam air. Karena itu, bau sering terasa lebih kuat ketika air pertama kali mengalir setelah lama tidak digunakan.
Hal lain yang sering luput adalah masalah penyimpanan. Air rumah umumnya disimpan terlebih dahulu di tandon atau toren. Ketika air terlalu lama mengendap, mineral seperti besi akan lebih mudah terkumpul di dasar. Jika tandon tidak dirancang dengan baik atau tidak higienis, aroma logam bisa menjadi lebih kuat dan kualitas air menurun dari waktu ke waktu.
Dampak Air Bau Besi untuk Aktivitas Rumah Tangga
Walaupun air bau besi jarang langsung menyebabkan efek instan, dampaknya terasa jelas dalam aktivitas sehari-hari.
- Mandi dan kebersihan tubuh
Air dengan aroma logam sering membuat kulit terasa lebih kering, terutama pada anak-anak atau orang yang memiliki kulit sensitif. Rambut juga bisa terasa lebih kasar setelah keramas karena mineral dalam air menempel pada kulit kepala.
- Dapur dan memasak
Air bau besi yang dipakai untuk memasak sering meninggalkan aroma yang mengganggu, terutama saat membuat nasi atau merebus makanan
- Laundry
Kandungan besi yang tinggi bisa membuat pakaian putih cepat menguning dan kain terasa lebih kasar. Selain itu, endapan mineral juga bisa mempercepat munculnya kerak pada mesin cuci.
- Sanitasi rumah
Keramik kamar mandi, wastafel, dan toilet menjadi lebih cepat kotor karena noda kuning kecoklatan muncul lebih sering. Akibatnya, rumah terlihat lebih kusam meskipun sudah rajin dibersihkan.
Baca Juga: Bahaya Skincare Non BPOM: Jangan Tergiur Cepat Glowing, Ini Risikonya
Cara Mengatasi Air Bau Besi Secara Praktis
Kabar baiknya, masalah air bau besi bukan sesuatu yang tidak bisa diatasi. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan sebelum mengambil solusi besar.
Buang air pertama beberapa detik
Jika bau besi muncul hanya saat air pertama keluar, kemungkinan besar penyebabnya dari pipa atau endapan di jalur instalasi. Buang air 10–20 detik sebelum digunakan bisa membantu mengurangi aroma.
Bersihkan aerator kran dan shower
Bagian ujung kran dan shower sering menjadi tempat endapan mineral menumpuk. Jika dibiarkan, aroma logam bisa semakin terasa. Membersihkannya secara rutin akan membantu memperbaiki aliran dan kualitas air.
Cek jalur pipa rumah
Jika rumah menggunakan pipa besi lama, ada kemungkinan karat terus terbawa ke air. Mengganti jalur pipa dengan material yang lebih tahan korosi bisa menjadi solusi jangka panjang.
Gunakan sistem filtrasi khusus zat besi dan mangan
Filter air biasa tidak selalu efektif untuk mengatasi zat besi tinggi. Untuk hasil yang lebih maksimal, dibutuhkan filter yang memang dirancang khusus untuk mengurangi kandungan besi dan mangan.
Jika masalah terjadi terus-menerus, melakukan tes kualitas air juga bisa menjadi langkah bijak agar Anda tahu apa penyebab utamanya.
Gunakan tangki air yang higienis dan tahan lumut
Tangki air yang higienis, berbahan aman, serta dirancang untuk menjaga air tetap bersih akan membantu mencegah bau logam muncul kembali, terutama jika rumah menggunakan air sumur atau air dengan kandungan mineral tinggi.
Jika masalah terjadi terus-menerus, melakukan tes kualitas air juga bisa menjadi langkah bijak agar kita tahu apa penyebab utamanya, sehingga solusi yang dipilih benar-benar tepat dan tidak hanya bersifat sementara.
Solusi Rumah Modern
Jika air di rumah mulai berbau besi atau logam, jangan langsung menyalahkan sumber air saja. Masalah ini bisa berasal dari kombinasi banyak faktor. Sebagai bagian dari solusi penyimpanan air rumah tangga, tangki air MPOIN dapat menjadi pilihan yang relevan karena dirancang untuk kebutuhan rumah modern, dengan material yang aman dan desain yang membantu menjaga air tetap higienis dalam jangka panjang.
Hal ini penting karena air yang disimpan dalam tangki berkualitas akan lebih stabil, lebih bersih, dan lebih nyaman digunakan untuk aktivitas harian seperti mandi, memasak, dan mencuci.
Baca Juga: Kenali Stres pada Kucing dan Cara Tepat Mengatasinya
