Banyak orang sudah memperhatikan kebutuhan kalori, gula, dan protein dalam menu harian mereka, tapi sering melupakan satu komponen penting yaitu serat. Padahal, serat punya peran besar dalam menjaga keseimbangan sistem pencernaan, metabolisme, bahkan kondisi kulit. Tanpa asupan serat yang cukup, tubuh bisa mengalami berbagai gangguan yang awalnya terlihat ringan, tapi dampaknya bisa berkepanjangan.
Kabar baiknya, kekurangan serat termasuk masalah yang paling mudah diperbaiki asalkan tahu tanda-tandanya dan tahu langkah sederhana untuk mengatasinya di rumah.
Apa yang Terjadi Saat Tubuh Kurang Serat
Serat sendiri memiliki tugas yaitu membantu memperlancar pergerakan usus, memberi makan bakteri baik di saluran cerna, dan membantu mengontrol penyerapan gula serta lemak.
Lalu apa yang terjadi saat tubuh mengalami kekurangan asupan serat. Efek paling umum yang dirasakan adalah sembelit atau buang air besar yang tidak lancar. Namun dampaknya tidak berhenti di situ. Kurang serat juga dapat membuat rasa kenyang tidak stabil sehingga seseorang cenderung makan lebih banyak. Hal itu juga berdampak pada kadar gula darah pun lebih mudah naik turun. Dan dalam jangka panjang, pola makan rendah serat dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan metabolik.
Dari sisi penampilan, pencernaan yang tidak optimal akibat kekurangan serat sering terlihat dari kondisi kulit yang lebih mudah kusam dan berjerawat. Ini sebabnya di dunia kecantikan, kesehatan usus sering disebut sebagai “fondasi kulit sehat”.
Baca Juga: Gatal-Gatal Sehabis Mandi? Coba Cek Kualitas Air dan Toren Di Rumah Kamu
Penyebab Umum Asupan Serat Tidak Terpenuhi
Kekurangan serat jarang terjadi karena satu sebab besar, melainkan kebiasaan kecil yang berulang setiap hari. Misalnya kamu terlalu sering mengonsumsi makanan olahan, tepung putih, atau fast food.
Kesalahan lain yang sering dianggap sehat adalah terlalu sering mengonsumsi jus buah. Pada dasarnya buah memang sangat baik, tapi saat dijus, sebagian besar seratnya hilang. Hasilnya, yang masuk ke tubuh lebih banyak gula alaminya daripada seratnya. Selain itu, banyak orang menambah serat tapi lupa menambah asupan air. Padahal serat bekerja optimal jika disertai cairan yang cukup.

Baca Juga: Wow! Ternyata Ini Rahasia Kulit Sehat
Cara Mengatasi Kekurangan Serat Secara Sederhana di Rumah
Perbaikan asupan serat tidak harus drastis. Justru pendekatan bertahap lebih nyaman untuk tubuh. Untuk penuhi kebutuhan serat kamu bisa mulai dengan menambahkan satu porsi sayur di setiap waktu makan utama. Selain itu bisa juga dengan memilih buah utuh sebagai camilan, bukan jus. Kamu juga bisa menambahkan sumber serat sederhana seperti oat, kacang-kacangan, atau biji chia ke dalam menu harian.
Setelah semua itu dilakukan, secara perlahan naikkan jumlah serat secara perlahan agar sistem pencernaan punya waktu beradaptasi. Lonjakan serat mendadak justru bisa membuat perut terasa kembung. Dan pastikan, selama proses tersebut imbangi dengan minum air yang cukup. Praktisnya, biasakan minum satu gelas air setelah makan tinggi serat. Hal ini membantu serat menyerap air dan bekerja lebih efektif di usus.
Peran Air Bersih yang Sering Terlewat Dibahas
Topik serat hampir selalu dibahas dari sisi makanan, padahal ada faktor pendukung yang jarang disorot yaitu kualitas air di rumah. Air dibutuhkan agar serat bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Tak hanya untuk konsumsi, air juga dipakai untuk mencuci sayur dan buah yang mana merupakan sumber utama serat harian.
Jika air rumah kurang higienis, berbau, atau terkontaminasi, manfaat pola makan sehat bisa tidak maksimal. Karena itu, sanitasi dapur dan sumber air rumah tangga ikut berperan dalam pola hidup sehat. Karena itu, selain memperbaiki menu makan, penting juga memastikan sistem penyimpanan air di rumah terjaga kualitasnya.Penggunaan tangki air dengan material food-grade, perlindungan terhadap pertumbuhan lumut, dan teknologi perlindungan mikroba dapat menjadi solusi untuk membantu menjaga kualitas air tetap layak untuk kebutuhan dapur dan konsumsi keluarga. Seperti menggunakan tangki air atau tandon dari MPOIN yang dilengkapi dengan teknologi anti-lumut, anti-bakteri, serta perlindungan UV. Sehingga mampu memberikan perlindungan jangka panjang.
Baca Juga: Liburan Bebas Repot: Ini Dia Negara Bebas Visa yang Bisa Kamu Kunjungi
