Ini Dia Yang Terjadi Jika Kamu Dehidrasi - MPOIN

Ini Dia Yang Terjadi Jika Kamu Dehidrasi

Pernah tidak kamu merasa kehausan dan mungkin disertai rasa pusing. Bisa jadi itu gejala dehidrasi. Dehidrasi, merupakan keadaan ketikan tubuh kehilangan baca cairan. Sayangnya, dehidrasi sering kali dianggap remeh bagi sebagian orang. Ia sering dianggap sebagai masalah yang hanya muncul ketika tubuh merasa sangat haus. Padahal, kekurangan cairan tidak selalu terasa secara langsung.

Dalam banyak kasus, kekurangan cairan terjadi perlahan dan terus-menerus, hingga berkembang menjadi kondisi yang dikenal sebagai dehidrasi kronis. Kondisi inilah yang sering luput disadari, tetapi dapat berdampak besar bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

Ketika Tubuh Mulai Kekurangan Cairan

Sebagian besar tubuh manusia diisi oleh air. Sehingga air memiliki peran besar seperti membantu proses pencernaan, mengatur suhu tubuh, hingga menjaga keseimbangan elektrolit dan kesehatan kulit. 

Saat tubuh tidak mendapatkan cukup asupan air, darah menjadi lebih kental dan aliran oksigen ke seluruh tubuh melambat. Akibatnya, tubuh lebih cepat merasa lelah dan mudah pusing. Produksi urine pun berkurang dan warnanya menjadi lebih pekat, menandakan tubuh sedang berusaha menghemat cairan.

Namun jika kondisi ini terus terjadi, dampaknya bisa lebih serius. Fungsi ginjal dapat terganggu, risiko batu ginjal meningkat, dan metabolisme tubuh melambat. Sistem pencernaan juga ikut terpengaruh, menyebabkan sembelit atau gangguan lambung. Dehidrasi kronis bahkan dikaitkan dengan penurunan daya tahan tubuh dan meningkatnya risiko infeksi.

Baca Juga: Ternyata Begini Cara Membuat Roti Sourdough

Apa Yang Terjadi Saat Dehidrasi

Karena gejalanya yang samar, banyak dari kita tidak sadar ketika tubuh sedang mengalami dehidrasi. Pada tahap awal, dehidrasi sering muncul melalui beberapa tanda berikut:

  • Rasa haus yang muncul lebih sering

Di tahap ini, tubuh mulai mengirimkan sinyal bahwa cadangan cairan menipis. Ini menyebabkan mulut terasa kering, tenggorokan tidak nyaman, dan kebutuhan minum meningkat.

  • Sakit kepala ringan dan tubuh lebih cepat lelah

Selanjutnya, saat kebutuhan air semakin tak terpenuhi, aliran darah pun ikut melambat akibat kekurangan cairan, sehingga suplai oksigen ke otak dan otot tidak optimal. Ini menyebabkan, konsentrasi menurun dan tubuh terasa kurang bertenaga.

  • Produksi urine berkurang dan warnanya lebih pekat

Gejala ringan yang terakhri adalah warna urine yang lebih pekat.Hal ini terjadi karena ginjal berusaha menghemat cairan dengan mengurangi jumlah urine.

Baca juga: Kolam Ikan Lumutan? Yuk Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ketika Dehidrasi Belangsung Lama

Jika kondisi di atas terus dibiarkan dan terjadi berhari-hari maka tubuh punya kesempatan untuk masuk ke tahap dehidrasi kronis. Pada tahap ini, tubuh berada dalam kondisi kekurangan cairan secara terus-menerus, sehingga berbagai sistem organ mulai bekerja di bawah tekanan. Beberapa hal yang terjadi adalah: 

  • Aliran darah menjadi lebih kental dan sirkulasi melambat

Distribusi oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh tidak berjalan optimal, sehingga fungsi organ mulai terganggu secara perlahan.

  • Ginjal bekerja lebih keras menjaga keseimbangan cairan

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko batu ginjal dan gangguan fungsi ginjal karena organ terus dipaksa bekerja dalam kondisi kekurangan cairan.

  • Sistem pencernaan mulai terganggu

Kekurangan cairan dapat memicu sembelit, gangguan lambung, serta penyerapan nutrisi yang kurang maksimal.

  • Daya tahan tubuh menurun

Dehidrasi kronis melemahkan sistem imun, membuat tubuh lebih mudah terserang infeksi dan membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama.

  • Fungsi saraf ikut terpengaruh

Konsentrasi menurun, suasana hati tidak stabil, dan risiko kelelahan kronis meningkat akibat gangguan keseimbangan cairan dalam tubuh.

Langkah Sederhana Mencegah Dehidrasi

Untuk mencegah gejala-gejala di atas, berikut beberapa kebiasaan kecil yang bisa dilakukan untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi:

  • Minum air secara teratur, tidak menunggu hingga merasa sangat haus
  • Memenuhi kebutuhan cairan harian sesuai aktivitas dan kondisi tubuh
  • Mengonsumsi lebih banyak air saat cuaca panas atau setelah berolahraga
  • Membatasi minuman berkafein dan tinggi gula yang dapat memicu kehilangan cairan
  • Memastikan air yang dikonsumsi bersih, segar, dan layak minum

Selain jumlah air, kualitas air juga menjadi faktor penting. Air yang bersih membantu tubuh menyerap cairan dengan lebih baik dan mengurangi risiko gangguan pencernaan maupun infeksi.

Baca Juga: Plus Minus Rumah Susun Apa Aja Sih?

Menjaga Hidrasi Dimulai dari Air yang Bersih

Dehidrasi bukan hanya soal lupa minum. Kualitas air yang digunakan setiap hari memegang peranan besar dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh. Sepeti memilih sistem penyimpanan air yang higienis. Hal ini membantu memastikan air tetap bersih, jernih, dan aman dikonsumsi.Membuat sistem penyimpanan air yang higienis bisa dimulai dengan memilih tangki/toren air yang berkualitas, seperti MPOIN. Dibuat menggunakan material pilihan berkualitas, serta teknologi light block. Menjadikan toren dari MPOIN dilengkapi perlindungan anti-lumut dan anti-mikroba. Dengan sistem penyimpanan yang lebih higienis, kualitas air dapat terjaga lebih lama, sehingga keluarga dapat menikmati air bersih yang lebih aman setiap hari. Karena pada akhirnya, hidrasi yang baik dimulai dari air yang bersih di rumah. Dan air bersih adalah fondasi penting bagi kesehatan tubuh, kenyamanan keluarga, serta kualitas hidup yang lebih baik.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *