Jika berbicara tentang pencemaran sungai, banyak dari kita yang membayangkan asap pabrik, limbah industri, atau aktivitas pertambangan. Sementara itu ada satu hal yang luput dari perhatian banyak orang, yaitu limbah rumah tangga. Padahal lebih jadi jutaan rumah membuang air bekas mandi, mencuci, memasak, hingga limbah dari toilet, yang tanpa disadari menjadi penyumbang pencemaran sungai.
Dari pencemaran tersebut, sungai yang sebelum nya jernih menjadi keruh, berbau, dan tak jarang penuh akan sampah. Mirisnya, air sungai tersebut masih menjadi bagian dari sumber air baku yang akhirnya kembali kita gunakan di rumah. Pertanyaannya apakah mungkin pencemaran sungai justru dimulai dari aktivitas kita sendiri?
Limbah Rumah Tangga dan Jalurnya ke Sungai
Banyak dari kita yang mengira limbah rumah tangga hanya berupa limbah padat. Padahal sebagian besar limbah dari rumah tangga adalah limbah cair, seperti air bekas mandi, air bekas mencuci baju. Semua aktivitas tersebut bergantung pada sabun, deterjen yang membawa residu bahan kimia pada air. Tak hanya itu, aktivitas dapur juga punya peran yang sama. Limbah dapur membawa sisa minyak, lemak, dan partikel makanan. Sementara limbah dari toilet mengandung bakteri, virus, serta zat organik yang berbahaya bagi lingkungan.
Hal-hal tersebut tentunya harus diatur sebaik mungkin, sehingga mempunyai sistem pembuangan yang terancang dengan baik seharusnya adalah hal yang wajib dimiliki setiap rumah tangga. Karena limbah-limbah tersebut nantinya akan mengalir ke selokan, dan menuju ke sungai atau meresap ke tanah yang nantinya akan menumpuk dan menurunkan kualitas air sungai secara signifikan.
Baca Juga: Kenapa Wadah Air di Rumah Bisa Memicu Demam Berdarah
Dampak bagi Sungai dan Kesehatan
Dampak pencemaran limbah rumah pada sungai paling umum bisa dilihat dari perubahan warna dan bau air sungai. Selain itu kandungan fosfat dari deterjen dapat memicu pertumbuhan lumut dan ganggang berlebihan. Pada tahap selanjutnya sungai yang tercemar juga mengalami penurunan kadar oksigen yang menyebabkan kehidupan di bawah sungai mati.
Bagi manusia, sungai yang tercemar bahkan bisa mencemari sumber air baku, memengaruhi kualitas air, meningkatkan resiko penyakit seperti diare, atau iritasi kulit. Itu artinya, pencemaran sungai pada akhirnya kembali berdampak langsung pada kesehatan keluarga.

Solusi Dimulai dari Sistem Sanitasi Rumah
Mengurangi pencemaran sungai bisa kita mulai dari langkah sederhana di rumah. Salah satunya dengan memastikan sistem sanitasi dan pengelolaan limbah bekerja dengan baik. Hal ini bisa dimulai dengan memastikan bahwa septic tank kedap dan mampu mengolah limbah secara biologis, sehingga ia mampu mencegah kebocoran limbah ke lingkungan. Solusi lainnya adalah dengan menggunakan bio septic tank, di mana limbah sudah terurai secara lebih ramah lingkungan sebelum ia dibuang. Atau menggunakan chemical tank untuk membantu menyimpan limbah cair atau bahan kimia rumah tangga agar tidak langsung mencemari saluran air.
Baca Juga: Aktivitas Seru Kalau Ke Blok M: Dari Photobooth Sampai Makanan!
Menjaga Sungai Dimulai dari Rumah
Sekarang, kita jadi tau kalau aktivitas rumah tangga juga mampu mencemari sungai. Dan cara mengatasinya juga tak mesti selalu lewat aksi besar. Menjaga kelestarian Sungai bisa kita mulai dari rumah, dengan membuat sistem santai yang bertanggung jawab dan peduli akan lingkungan. Selain itu juga bisa lewat pengelolaan air yang lebih baik.
Seperti MPOIN yang fokus pada solusi dari masalah air dan sanitasi. MPOIN menghadirkan produk yang siap membantu kamu untuk berperan dalam pelestarian sungai, seperti MPOIN Bio Plus. Tangki tanam yang dirancang khusus untuk mengolah limbah domestik dengan 6x proses penyaringan secara onsite, efisien, sehingga menghasilkan limbah yang ramah lingkungan. Atau MPOIN Chem, tangki kimia yang diformulasi menggunakan bahan khusus yang dirancang untuk menyimpan berbagai macam bahan – bahan kimia. Membantu agar limbah bahan kimia rumah tangga tidak mencemari lingkungan.
Pada akhirnya, sungai yang bersih tidak hanya bergantung pada kebijakan besar, tetapi juga pada keputusan kecil di rumah kita sendiri. Karena menjaga lingkungan bisa dimulai dari satu langkah sederhana yaitu mengelola air dan limbah dengan lebih bijak.
Baca Juga: Yoga Punya Pengaruh Besar untuk Kulit Loh
