kolam lumutan

Kolam Ikan Lumutan? Yuk Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ada banyak sekali cara untuk membuat rumah tampil lebih menarik. Salah satunya dengan menambahkan kolam ikan. Sayangnya menambahkan kolam ikan tidak semudah membuat lubang, mengisinya dengan air, dan menambahkan ikan. Tapi ada kewajiban yang kadang luput, yaitu perawatan kolam ikan. Jika perawatan tidak dilakukan secara rutin, kolam yang tadinya jernih, bersih, dan enak diliat bisa berubah menjadi keruh, berlumut, menimbulkan bau amis, bahkan bisa menjadi sarang penyakit. Berikut beberapa hal yang perlu kamu ketahui mulai penyebab kolam berlumut hingga cara mengatasinya. Sehingga kolam ikan di rumahmu tampil bersih dan menarik lagi.

Kondisi ‘Lumutan’ di Kolam Ikan

Sebelum membahas penyebab dan cara mengatasi lumut pada kolam ikan, kenali dulu 3 kondisi ‘lumutan’ yang umumnya ditemui di kolam ikan.

  • Lumut menempel / biofilm (dinding licin, batu berlendir)

Kondisi Lumut ini paling umum dan mudah untuk ditemui. Kondisi ini bisa dirasakan dengan memegang beberapa bagian di kolam seperti dinding, lantai kolam, atau hiasan kolam seperti bebatuan. Bagian-bagian tersebut biasanya memiliki tekstur yang licin ketika disentuh. Kondisi sebenarnya sangat umum terjadi, namun ketika lapisan alga, mikroorganisme, dan sisa organik semakin menebal dan sering terjadi, maka kesehatan kolam ikan perlu diperhatikan.

  • Air hijau (green water)

Untuk kondisi ini, umumnya bisa dilihat dari air kolam yang mulai berubah menjadi kehijauan. Tak jarang kondisi ini membuat bagian dari kolam tidak terlihat, seperti lantai, atau bahkan ikan yang berenang.  Kondisi ini umumnya disebabkan oleh alga mikroskopis yang melayang di air.

  • Lumut benang (hair algae)

Sesuai dengan namanya, kondisi ini bisa dilihat dengan keadaan kolam ikan yang terdapat  serabut-serabut hijau, kadang seperti rambut, menempel di batu, sudut kolam, atau area yang arusnya lebih pelan. Meski tak mengubah kondisi air, kondisi tetap saja membuat tampilan kolam menjadi tidak menarik dengan adanya lumut hijau yang  berkembang di titik-titik tertentu.

Baca Juga: Sambut Imlek Dengan Rumah Sehat

Penyebab Kolam Menjadi ‘Lumutan’

Lalu apa yang menyebabkan kondisi-kondisi di atas terjadi pada kolam ikan. Setidaknya 4 lima penyebab kolam ikan menjadi lumutan, yaitu.

  • Paparan Sinar Matahari Berlebih

Lokasi kolam yang biasanya terletak di luar ruangan, menjadikan kolam kerap terpapar sinar dengan durasi yang lama. Hal ini menjadikan alga dan mikroorganisme yang lain jadi tumbuh dengan cepat dan tidak mampu tersaring dengan baik.

  • Nutrisi di Kolam Yang Terlalu Tinggi

Selain karena paparan sinar matahari, alga juga bisa tumbuh dengan cepat dipengahrui ketersediaan nutrisi. Ini bisa terjadi ketika banyak sisa pakan yang tidak habis, kotoran ikan, daun gugur, atau endapan organik di dasar kolam. Tak jarang keadaan ini juga membuat aroma kolam menjadi amis.

  • Sirkulasi Kurang Merata

Meski sudah menggunakan filter air untuk menyaring kotoran dari air, hal ini tidak selalu membuat alga tak akan tumbuh. Karena di area-area yang alirannya lemah yang cenderung diam atau dead zone akan menjadi titik favorit penumpukan kotoran dan pertumbuhan lumut, terutama lumut benang

  • Filtrasi Yang Tidak Sesuai Dengan Ukuran Kolam

Seperti poin sebelumnya, penggunaan pompa filter yang tepat sangat penting, agar sirkulasi merata dan tidak menimbulkan dead zone. Salah satunya dengan memastikan ukuran pompa air yang sesuai dengan ukuran kolam. 

Baca Juga: Tetap Tenang di Tengah Gelombang Panas Indonesia

 Cara Mengatasi Kolam Ikan ‘Lumutan’

  • Membersihkan Wilayah Yang Mudah

Ini bisa dimulai dari rutin menyikat dinding, atau permukaan kolam yang licin. Kemudian membersihkan lumut yang terlihat seperti lumut benang. Dan membersihkan kotoran yang mengendap

  • Mengontrol Nutrisi di Kolam

Di bagian ini, beberapa hal yang bisa dilakukan seperti mengganti atau menguras air secara parsial. Kemudian mengontrol pemberian pakan, agar tak menimbulkan kotoran atau endapan. 

  • Merapikan Sistem Kolam

Setelah melakukan dua hal di atas, selanjutnya bisa memperbaiki sistem kolam dengan memastikan sirkulasi merata, bersihkan pre-filter, dan pastikan kapasitas filtrasi cukup untuk ukuran kolam dan jumlah ikan.

Dari penyebab dan solusi yang sudah dituliskan, kita bisa mengetahui jika masalah kolam lumatan bukan hanya sekedar kurang disikat, tapi karena manajemen air dan kolam yang belum maksimal. Sama halnya menata sistem air untuk kebutuhan rumah tangga. Bukan hanya sekedar urusan air mengalir, tapi juga urusan penyimpanan air. Seperti tangki air MPOIN Drain yang hadir untuk memudahkan keluarga menata sistem air di rumah. Dirancang sebagai tangki air bebas kuras, dan dilengkapi dengan see through pipe untuk mengecek kondisi air pada tangki. Dan dilengkapi teknologi light block membuat tangki MPOIN bebas dari lumut. Menjadikan urusan air di rumah jauh lebih mudah, dan sehat.

Baca Juga: Kerja Remote vs Kerja Kantoran

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *