5 Langkah Menjaga Kualitas Air Rumah Saat Musim Hujan - MPOIN

5 Langkah Menjaga Kualitas Air Rumah Saat Musim Hujan

Di tengah musim hujan yang cukup esktrem akhir-akhir ini, kita dihadapkan pada dua keadaan. Satu, ketersediaan air yang  melimpah, Kedua, turunnya kualitas air rumah. Meski jernih, masih banyak yang mengira air yang mengalir ke keran rumah. adalah air yang aman digunakan.

Padahal, saat musim hujan, risiko air terkontaminasi akibat limpasan permukaan tanah (runoff), pergerakan partikel lumpur, hingga potensi masuknya mikroorganisme ke dalam sumber air tanah dan sistem penyimpanan, sangat tinggi.

Karena itu, menjaga kualitas air rumah saat musim hujan bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Berikut lima langkah yang bisa diterapkan untuk menjaga  kualitas  air rumah saat musim hujan. 

1. Pastikan Tangki Air Tertutup Rapat dan Terlindungi

Tangki air adalah benteng terakhir sebelum air digunakan di rumah. Jika penutup tangki tidak rapat atau ventilasi tidak terlindungi dengan baik, air hujan yang membawa debu, daun, dan kotoran dapat masuk ke dalamnya.

Selain itu angin kencang yang sering terjadi saat hujan juga bisa membawa partikel halus yang tak terlihat mata. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memicu endapan dan pertumbuhan lumut di dalam tangki.

Selain itu, pastikan tangki memiliki sistem penutup yang presisi dan tidak mudah terbuka. Dengan pemeriksaan sederhana ini masalah pada kualitas air bisa dicegah lebih dulu.

Baca Juga: Bagaimana Perubahan Iklim Memengaruhi Kualitas Air?

2. Bersihkan Talang dan Saluran Air Secara Berkala

Talang air sering menjadi tempat penumpukan daun, pasir, dan sampah kecil. Saat hujan deras turun, seluruh kotoran tersebut akan terbawa bersama aliran air.

Jika rumah menggunakan sistem penampungan air hujan atau memiliki tangki yang terhubung dengan saluran tertentu, kebersihan talang menjadi faktor penting. Maka dari  itu penting untuk melakukan pembersihan sebelum musim hujan tiba dan ulangi secara berkala selama musim berlangsung.

3. Hindari Pengisian Tangki Saat Hujan Ekstrem

Ketika hujan sangat deras, kondisi tanah menjadi tidak stabil. Air tanah dapat bercampur dengan partikel lumpur akibat peningkatan tekanan dan pergerakan tanah di sekitar sumur.

Jika menggunakan sumur sebagai sumber air utama, sebaiknya hindari mengisi tangki saat hujan ekstrem. Tunggu hingga kondisi lebih stabil untuk memastikan air yang masuk ke sistem penyimpanan berada dalam kondisi optimal.

Air yang terlihat sedikit keruh saat musim hujan bukan hal sepele. Endapan kecil yang terus-menerus masuk ke tangki bisa memengaruhi kualitas air dalam jangka panjang.

4. Tambahkan Sistem Filtrasi pada Jalur Masuk Air

Musim hujan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan sistem perlindungan air di rumah. Salah satunya dengan memasang filter pada jalur masuk air. Sehingga dapat membantu menyaring partikel kasar sebelum air masuk ke tangki.

Filter pasir atau karbon aktif mampu membantu mengurangi partikel lumpur dan bau yang mungkin muncul akibat perubahan kondisi lingkungan saat hujan.

Meskipun tidak selalu terlihat secara langsung, sistem filtrasi berfungsi sebagai lapisan pertahanan tambahan dalam menjaga higienitas air rumah tangga.

Baca Juga: Yuk Intip Tradisi Unik Dari Berbagai Negara

5. Lakukan Pengecekan dan Perawatan Tangki Secara Rutin

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tangki air memanglah benteng terakhir sebelum air digunakan di rumah. Namun sayangnya tangki air juga sering kali berada di area yang sulit terjangkau sehingga jarang diperhatikan. Padahal, kondisi bagian dalam tangki sangat menentukan kualitas air yang digunakan setiap hari.

Maka dari itu, periksa secara berkala apakah terdapat endapan, perubahan warna, atau tanda pertumbuhan lumut pada dinding tangki. Karena di musim hujan, dengan kelembapan yang tinggi mikroorganisme dapat tumbuh dengan cepat jika material tangki tidak mampu menghambat paparan cahaya dan panas.

Memilih Sistem Penyimpanan yang Jadi Jawaban

Pada akhirnya, semua langkah pencegahan di atas akan jauh lebih efektif jika didukung oleh sistem penyimpanan air yang memang dirancang untuk menjaga kualitas air sejak awal.

Saat curah hujan tinggi, tantangan bukan hanya air yang masuk ke dalam rumah, tetapi bagaimana sistem tangki mampu meminimalkan risiko endapan, pertumbuhan lumut, serta potensi kontaminasi akibat kelembapan tinggi. Di sinilah kualitas desain dan material tangki menjadi faktor penentu.

Seperti tandon atau tangki air MPOIN Drain yang dibuat dari material LLDPE dan HDPE berkualitas tinggi dengan struktur hingga 10 kali lebih kuat. Konstruksi ini membuat tangki lebih stabil menghadapi perubahan suhu dan tekanan lingkungan saat musim hujan.

MPOIN Drain juga dilengkapi lapisan perlindungan anti-UV, antimicrobial, dan anti lumut yang membantu menjaga air tetap lebih higienis. Keunggulan utamanya terletak pada sistem Octagonal Drain atau Total Flush Drain di bagian bawah tangki, yang memungkinkan proses pengurasan lebih menyeluruh tanpa menyisakan endapan. Dengan begitu, perawatan menjadi lebih mudah dan kualitas air lebih terjaga dalam jangka panjang.

Materialnya yang dirancang ramah lingkungan dan didukung garansi hingga 50 tahun, menjadikannya bukan sekadar wadah penampung air, tetapi sistem perlindungan kualitas air rumah untuk jangka panjang.

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Solo – Yogya 2026: Niat Puasa dan Doa Berbuka

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *